alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Polisi di Makassar Ciduk 2 Wanita Sindikat Prostitusi Online

Faisal Mustafa
Polisi di Makassar Ciduk 2 Wanita Sindikat Prostitusi Online
Salah seorang wanita yang diamankan polisi. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Dua wanita yang diduga merupakan pekerja seks komersial (PSK) melalui aplikasi daring, diciduk Tim Khusus Polsek Ujung Pandang. Polisi juga mengamankan seorang pria yang diduga muncikari kedua wanita itu.

Para pelaku yang diamankan di sebuah hotel di jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sabtu (23/11/2019) sekitar pukul 15.00 Wita. Mereka adalah MAR (19 tahun) yang berperan sebagai muncikari, sementara dua wanita, berinisal FA (16 tahun) dan MN (19 tahun).

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko mengatakan, sindikat prostitusi daring ini terbongkar karena laporan terkait penganiayaan di salah satu hotel di Kecamatan Ujung Pandang. Aparat yang menerima laporan, langsung ke lokasi dan mengamankan seluruh rekan dari pelaku maupun korban.



"Kita periksa semua handphonenya. Lalu kita dapat adanya percakapan di sosial media michat dan whatsapp antara MAR dan FA yang mengarah ke transaksi prostitusi online," katanya Minggu (24/11/2019).

Di hadapan petugas, MAR mengakui jika ia merupakan muncikari yang bertugas mencari pria hidung belang untuk kedua wanita tersebut. Jika MAR berhasil mendapatkan pelanggan, maka akan mendapatkan sebagian upah dari para wanita itu sekali kencan.

"Pria ini mengaku memasarkan kedua wanita tersebut dan menerima upah dari hasil kencan para PSKnya. Untuk kedua wanita pekerja seks tersebut juga mengakui jika mereka kerap menerima tamu untuk memuaskan nafsu lewat tangan MAR. Setiap kali kencan dan mendapatkan upah, kedua wanita ini juga langsung membagikan sebagian upah tersebut kepada MAR karena memasarkan dirinya," tukasnya.

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Ujung Pandang, Iptu Edy Gunawan menerangkan, kelompok kecil prostitusi online ini menerapkan tarif bervariasi mulai dari Rp500 ribu hingga Rp1 juta sekali kencan.

"Tarifnya bervariasi sekali kencang, mulai dari Rp500 ribu hingga sejuta. Prostitusi online ini menggunakan aplikasi michat dan whatsapp. Parahnya lagi, dari salah satu pelaku masih berstatus pelajar dan pelaku lain bekerja sebagai SPG," bebernya.

Hingga kini, para pelaku prostitusi daring ini masih berada di Mapolsek Ujung Pandang guna dilakukan pemeriksaan hukum lebih lanjut, untuk membongkar sindikat prostitusi daring lainnya di Kota Makassar.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook