alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Waspada, Pengedar Narkoba di Kabupaten Gowa Sasar Anak

Herni Amir
Waspada, Pengedar Narkoba di Kabupaten Gowa Sasar Anak
Kapolres Gowa AKBP Boy Simola saat merilis penangkapan 12 orang jaringan pengedar narkoba di Kabupaten Gowa. Foto: Sindonews/Herni Amir

SUNGGUMINASA - Satuan Narkoba Polres Gowa berhasil menciduk 12 pelaku baik bandar maupun pengedar narkoba, di Gowa dan Makassar yang menargetkan anak-anak dan pemuda jadi konsumennya.

Kapolres Gowa AKBP Boy Simola mengatakan, ke 12 pelaku diamankan dari lokasi berbeda yakni Kecamatan Somba Opu, Kecamatan Pallangga, Kecamatan Mariso Kota Makassar, Kecamatan Ujung Bulu, serta Kecamatan Panakukang Kota Makassar.

"Ini adalah hasil operasi dalam kurun waktu 8 hari dimulai tanggal 14 November sampai 22 November 2019," ungkapnya, Senin (25/11/2019).



Menurut Kapolres Boy, dalam menjalankan aksinya, pelaku biasa menjajakan barang haram tersebut di tempat umum seperti tempat parkir dengan sasaran anak-anak, pemuda dan masyarakat umum lainnya.

Selain itu, mereka menjual juga biasa dari rumah tempat tinggal pelaku.
"Salah satu target utamanya memang anak-anak dan pemuda," katanya.

Untuk itu, Kapolres mengimbau kepada masyarakat agar kejadian seperti ini dijadikan edukasi untuk tidak mencoba barang haram tersebut apalagi memperjualbelikan.

Dan kepada para pendidik agar aktif melakukan pemeriksaan terhadap anak didiknya untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba dilingkungan sekolah.

"Polres Gowa akan menindak tegas terhadap pelaku penyalahgunaan Narkoba," terang Boy.

Dari ke 12 pelaku, petugas berhasil melakukan penyitaan terhadap 24,358 gram narkotika jenis sabu, satu unit HP, satu unit sepeda motor merk Yamaha Lexi.

Selain itu, 1 buah dompet warna hitam, 1 buah kotak warna hitam, 1 batang sendok pipet, alat timbang elektrik, 1 set alat hisap shabu, korek kayu, dan sejumlah sachet plastik putih kosong.

Terhadap para tersangka kini dikenakan Pasal 114 dan 112 UU RI No. 35 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 5-20 tahun penjara.

Sementara itu salah seorang tersangka Edi menuturkan, sudah satu tahun lebih dirinya menjadi bandar. Hal ini dilakukannya karena ayah 7 anak ini mengaku dari penjualan narkoba mendatangkan untung banyak.

"Dari 1 gram untungnya Rp100.000. Biasanya sekali menjual bisa sampai 5 gram. Tapi saya menyesal sudah menjual narkoba," ungkapnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook