TOPIK TERPOPULER

Awal Tahun, Nilai Ekspor Sulsel Capai Rp1,05 Triliun

Marhawanti Sehe
Awal Tahun, Nilai Ekspor Sulsel Capai Rp1,05 Triliun
Nilai ekspor Sulsel tumbuh 4,78 persen year on year pada bulan Januari 2021. Foto: Ilustrasi

MAKASSAR - Nilai ekspor Sulawesi Selatan (Sulsel) di awal tahun, tepatnya pada bulan Januari 2021 cukup menggembirakan, yaitu mencapai USD74,04 juta Rp1,057 triliun (Kurs Rupiah Rp14.280).

Nilai tersebut mengalami peningkatan sebesar 4,78 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 lalu (year on year) yang hanya tercatat USD70,67 juta atau Rp1,009 triliun. Meski demikian, jika dibandingkan dengan bulan Desember 2020 lalu (month to month), nilai ekspor Sulsel bulan Januari 2021 mengalami penurunan sebesar 19,09 persen.

Hal tersebut dipaparkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Yos Rusdiansyah dalam rilis resmi yang berlangsung virtual melalui aplikasi YouTube, Senin (1/3/2021) siang. "Mudah-mudahan semakin membaik ekspor yang menjadi andalan Sulawesi Selatan," kata Yos di sela-sela paparannya.

Adapun komoditas yang masih menjadi primadona ekspor Sulsel, yaitu didominasi nikel (52,97 persen), disusul garam, belerang, dan kapur (5,11 persen), rumput laut dan ganggang lainnya (4,32 persen), besi dan baja (4,23 persen), dan lainnya (2,22 persen).

Dari beberapa komoditas yang di-ekspor Sulsel, terdapat sejumlah barang yang permintaannya mengalami peningkatan, seperti garam, belerang, dan kapur (298,81 persen), rumput laut dan ganggang lainnya (134,31 persen), besi dan baja (156,44 persen), dan ampas/sisa industri makanan (52,64 persen).



"Tetapi nikel sebagai komoditas eskpor utama Sulsel mengalami penurunan permintaan pada bulan Januari 2021 dibanding tahun lalu, begitupun dengan ikan, udang dan hewan air tidak bertulang belakang lainnya, lak, getah, dan damar, daging dan ikan olahan, serta kayu dan barang dari kayu," urai Yos.

Baca Juga: Tumbuh Signifikan di Tengah Pandemi, Ekspor Sulsel Paling Banyak ke Negara Ini

Sedangkan negara dengan tujuan ekspor terbesar, yaitu masih didominasi oleh Jepang (55,62 persen), disusul Tiongkok (10,09 persen), Korea Selatan (2,22 persen), Taiwan (2,14 persen), dan Bangladesh (1,54 persen).

Sedangkan nilai impor Sulsel pada bulan Januari 2021 mencapai Rp244 miliar, turun sebesar 85,78 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 lalu (year on year). Sedangkan jika dibandingkan dengan bulan Desember 2020 (month to month), impor Sulsel juga turun sebesar 82,98 persen.

"Secara grafis, impor Januari 2021 Sulsel sangat jauh dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, utamanya pada tahun 2020 yang mencapai USD120,34 juta. Kalau dibandingkan dengan posisi selama Covid-19, juga turunnya cukup banyak, yaitu pada Desember 2020 mencapai USD129,48 juta," papar Yos.



Adapun komoditas yang paling banyak diimpor masuk ke Sulsel diantaranya, mesin-mesin/pesawat mekanik (3,97 persen), mesin/peralatan listrik (3,67 persen), bahan bakar mineral (1,67 persen), ampas/sisa industri makanan (1,41 persen), dan besi dan baja (1,05 persen).

Sedangkan negara dengan asal impor, diantaranya Tiongkok (8,59 persen), Korea Selatan (1,56 persen), Singapura (1,24 persen), Amerika Serikat (1,22 persen), dan Thailand (1,18 persen).

Jika dilihat dari nilai ekspor dan impor Sulsel pada bulan Januari 2021, terjadi surplus pada neraca perdagangan Sulsel senilai USD56,93 juta atau setara Rp813 miliar.

"Kalau dilihat neraca dagang Sulsel pada beberapa bulan belakangan ini selalu terjadi surplus, mulai Februari sampai November 2020 terjadi surplus, kembali pada Januari 2021 surplus sebesar USD56,93 juta," pungkas Yos.

Baca Juga: Tiap Tahun Kemendag Targetkan Cetak 1.200 Pelaku UKM Ekspor



(agn)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!