alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Senator AS Kecam Tindakan Turki Yang Lakukan Uji Radar S-400 Rusia

Agus Nyomba
Senator AS Kecam Tindakan Turki Yang Lakukan Uji Radar S-400 Rusia
Senator Amerika Serikat mengecam tindakan Turki yang dinilai telah melanggar terkait dengan uji radar sistem S-400 Rusia. Foto: Tass

WASHINGTON - Pemerintah Turki mendapat kecaman dari senator Amerika Serikat (AS), terkait langkah uji coba deteksi radar sistem pertahanan udara S-400 Rusia yang juga melibatkan jet tempur F-16 milik AS.

Senator AS untuk Maryland Christopher Van Hollen mengatakan, Turki telah melewati 'garis merah lain' dengan memulai pengujian sistem deteksi radar yang dibeli dari Rusia sebagai bagian dari sistem pertahanan rudal S-400.

"Dua minggu setelah kunjungan ke WH [Gedung Putih] -nya, [Presiden Turki Recep Tayyip] Erdogan mengacungkan hidung pada Trump, AS + NATO, dan melewati garis merah lain pada S-400," kata Van Hollen dalam sebuah posting Twitter, dilansir dari TASS, Selasa, (26/11/2019).



"Hukum yang ada mengharuskan Trump untuk menjatuhkan sanksi. Pompeo juga harus menghadapi Turki tentang pelanggaran 'zona aman' terbaru dan serangan terhadap Kurdi," tambah senator AS itu.

Pentagon menolak mengomentari apakah personel AS mengambil bagian dalam uji coba sistem S-400 Turki, yang sebelumnya dimulai dengan menggunakan jet tempur F-16 buatan AS.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan beberapa waktu lalu mengatakan kepada Presiden AS Donald Trump bahwa Ankara tidak akan menyerahkan sistem S-400 buatan Rusia.

Rusia mengumumkan pada September 2017 bahwa mereka telah menandatangani kesepakatan 2,5 miliar dolar dengan Turki untuk pengiriman sistem rudal anti-pesawat S-400 ke Ankara. Berdasarkan kontrak, Ankara akan mendapatkan satu set resimen sistem rudal pertahanan udara S-400 (dua batalion). Kesepakatan itu juga mempertimbangkan transfer sebagian teknologi produksi ke pihak Turki.

Turki adalah negara anggota NATO pertama yang membeli sistem rudal pertahanan udara dari Rusia. Pengiriman sistem pertahanan udara S-400 ke Turki dimulai pada 12 Juli 2019.

Amerika Serikat dan NATO berusaha mencegah Turki membeli sistem rudal S-400 Rusia. Washington memperingatkan dalam banyak kesempatan bahwa mereka mungkin akan menjatuhkan sanksi pada Turki, jika Ankara mendesak maju dengan kesepakatan S-400.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook