alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

1.000 Guru Mengaji di Maros Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Najmi Limonu
1.000 Guru Mengaji di Maros Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan
1.000 guru mengaji di Maros jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Foto: SINDOnews

MAROS - Sekitar 1.000 orang guru mengaji di Kabupaten Maros, menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan atau Badan Penyelenggara (BP) Jamsostek Kabupaten Maros. Kepesertaan ini ditandai dengan penyerahan kartu kepesertaan BP-Jamsostek Ketenagakerjaan.

Dalam program ini, pihak Jamsostek menggandeng Badan Kordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Maros.

Kepala BP-Jamsostek Kabupaten Maros, Lubis latif mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah awal menyosialisasikan manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan yang melindungi semua pekerja, termasuk pekerja keagamaan.



"Ke depannya, kita akan menargetkan kepesertaan petugas agama sehingga seluruh pekerja lintas agama ini akan terlindungi melalui program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian," ungkapnya.

Lubis bilang, untuk Kabupaten Maros saat ini, ada sekitar 1.400 guru mengaji dari 360-an TK dan TPA yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dia juga menjelaskan dalam program ini, iurannya akan dibayarkan selama dua bulan.

"Kita stimulan dua bulan, setelah lewat dua bulan kita tanyakan apakah ingin melanjutkan atau seperti apa. Karena nanti akan dibayar sendiri oleh si guru. Iurannya itu Rp5.400 per orang," jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPD BKPRMI Maros, Rudy Mulyawan mengaku sangat antusias dengan kerja sama ini.

"Kami berharap dengan adanya perlindungan kepada guru mengaji yang ada di Kabupaten Maros, kesejahteraan guru mengaji bisa lebih diperhatikan," katanya.

Dia mengatakan, semua pekerja termasuk pekerja keagamaan memang seharusnya mendapat perlindungan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

"Ini untuk melindungi pekerja keagamaan ketika terjadi kecelakaan kerja," sebut Rudy.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook