alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tim Korsupgah KPK Fokus Bidik Penunggak Pajak di Makassar

Vivi Riski Indriani
Tim Korsupgah KPK Fokus Bidik Penunggak Pajak di Makassar
Tim Korsupgah KPK akan fokus membidik penunggak pajak di Makassar. Foto: Sindonews/Ilustrasi

MAKASSAR - Program optimalisasi pendapatan pajak daerah yang dilakukan Tim Koordinator Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, menunjukkan hasil yang baik bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

Setelah sukses mendorong penerimaan pendapatan pajak daerah melalui sistem online, saat ini KPK mulai fokus menyasar para penunggak pajak.

Hal itu ditegaskan Ketua Koordinasi Wilayah VIII Korsupgah KPK RI, Adliansyah Malik Nasution saat hadir sebagai pembicara dalam kegiatan Tax Award 2019, kemarin.



“Kemarin kita fokus dipenerimaan dan sekarang saya mau fokus ditunggakan. Jadi, ke depan kita mau lihat tunggakan hotel, restoran, parkir dan hiburan," kata Adliansyah Malik Nasution.

Namun sebelum melakukan penindakan, Choky sapaan akrabnya terlebih dulu akan meminta data lengkap dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar.

Kata dia, pihaknya akan fokus menyasar wajib pajak dengan tunggakan yang nilainya cukup besar. “Kita akan fokus yang besar-besar, kita akan siapkan SOP-nya dulu. Jadi ke depan, harus SOP yang bekerja jangan orang," ujarnya.

Berdasarkan informasi bahwa penunggak pajak terbesar berada pada sektor pajak resto. Namun, seiring berjalannya waktu terjadi perubahan sistem pembayaran pengusaha. Hanya saja, tercatat masih ada tersisa, itu yang dikejar.

Dia berharap agar para wajib pajak khususnya wajib pungut pajak bisa lebih patuh dalam menyetorkan pajaknya ke pemerintah daerah.

Belum lagi, pihaknya telah memasang alat perekam pajak seperti MPOS dan TMD di masing-masing objek pajak. “Kita tidak ingin melihat kebelakang. Jadi, saya sudah ingatkan mereka (wajib pungut pajak) agar menyelesaikan kewajibannya. Prinsipnya mereka harus patuh karena sudah ada alat yang catat, kalau selama inikan tidak ada alat jadi kita bisa berdebat kalau sekarang tidak lagi," tegasnya.

Kepala Bapenda Kota Makassar, Irwan Adnan mengaku sementara merampungkan data penunggak pajak sebelum disetorkan ke KPK.

Kata dia, data penunggak pajak sudah disiapkan sejak lama bahkan sudah ada beberapa objek pajak yang dilakukan penagihan.

Hanya saja, dalam program optimalisasi pendapatan pihaknya bersama KPK masih fokus di online sistem.

"Kita sementara merampungkan datanya. Kemarin kan optimalisasi pendapatan kita fokus di online sistem, nah sistem ini kita anggap sudah jalan dan sekarang kita masuk di penunggakan dan penindakan," ujar Irwan.

Tidak hanya fokus pada empat jenis pajak yakni hotel, restoran, parkir dan hiburan. Kedepan, kata Irwan Adnan, pihaknya juga akan fokus menyasar pajak reklame dan air bawah tanah (ABT).

Namun, khusus tunggakan pajak pihaknya lebih fokus menyasar penunggak yang nilainya cukup besar. Termasuk tunggakan pajak restoran yang jumlahnya tidak sedikit.

"Kita sasar yang besar dulu, ada parkir, hiburan, hotel juga masih ada, dan restoran yang banyak jumlahnya tapi diakan kecil-kecil, tapi kalau restoran yang agak besar sudah minim," tuturnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook