alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Inspektorat Makassar Mulai Verifikasi Data Tenaga Kontrak

Vivi Riski Indriani
Inspektorat Makassar Mulai Verifikasi Data Tenaga Kontrak
Insektorat Kota Makassar mulai memverifikasi data tenaga kontrak merespons tudingan adanya tenaga kontrak fiktif. Foto/Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Inspektorat Kota Makassar mulai turun memverifikasi data jumlah tenaga kontrak yang ada di masing-masing organisasi perangkat daerah alias OPD. Verifikasi tersebut menanggapi adanya dugaan tenaga kontrak fiktif di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang terus mencuat dan disorot sejumlah legislator.

Kepala Inspektorat Kota Makassar, Zainal Ibrahim, menyampaikan telah menurunkan untuk memverifikasi jumlah tenaga kontrak yang ada di setiap OPD. Tujuannya, untuk mencocokkan data yang ada di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dengan data di lapangan.

"Data jumlah tenaga kontrak yang ada di BKPSDM sebanyak 8.862, itu data yang terakhir kita dapat. Data itu yang mau kita cocokkan dengan data verifikasi lapangan," kata Zainal, di Makassar.



Kendati demikian, dia belum mau mengungkapkan ada tidaknya temuan tenaga kontrak fiktif berdasarkan hasil verifikasi lapangan. Sebab, kata dia, verifikasi baru mulai dilakukan sejak Selasa (26/11/2019) lalu.

“Auditor sudah mulai turun hari ini (kemarin), verifikasi kita lakukan selama satu dua hari ini. Insya Allah paling lambat Jumat datanya sudah kita kunci," ucapnya.

Zainal menjelaskan verifikasi ini sejatinya dilakukan untuk melihat kinerja tenaga kontrak yang ada di setiap SKPD. Jika dinilai tidak berkinerja baik maka bukan tidak mungkin kontrak mereka akan diputus.

"Inikan kita juga mau lihat kinerjanya mereka untuk dievaluasi, apakah masih bisa diperpanjang atau dihentikan. Tapi kita perlu dasar untuk tidak memperpanjang kontrak mereka, jangan langsung main putus," tuturnya.

Jika ada temuan, lanjut Zainal, pihaknya tidak bisa serta merta langsung menjatuhkan sanksi. Sebab untuk mencari akar masalahnya harus dilakukan penelusuran lebih lanjut.

Jelasnya, verifikasi ini juga dilakukan seiring rencana kenaikan gaji tenaga kontrak tahun depan. “Kalau ada seperti itu (temuan tenaga kontrak fiktif) harus dilakukan pemeriksaan khusus kenapa itu bisa terjadi. Tapi yang kita lakukan inikan cuma verifikasi umum saja dulu," tuturnya.

Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, menyebutkan sementara melakukan evaluasi kinerja tenaga kontrak. Bahkan dia mengaku telah mengantongi data terkait jumlah tenaga kontrak yang malas. "Sudah ada datanya di kepegawaian, nanti cek di sekda saja data-datanya karena dia lagi pelajari mana yang mana dikurangi mana tidak," ungkapnya.

Sedangkan, Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, Hasanuddin Leo, menanggapi positif langkah pemerintah kota yang langsung turun melakukan verifikasi lapangan. Meski begitu, dia mengimbau kepada pemerintah kota agar data itu betul-betul valid dan tidak abal-abal.

Dia bahkan mendesak pemkot untuk segera melaporkan jumlah data tenaga kontrak sebelum pengesahan APBD 2020. Sehingga anggaran yang dialokasikan untuk gaji tenaga kontrak bisa dirasionalisasi. "Kita harapkan sebelum akhir November data itu sudah ada, dan janjinya Kepala Inspektorat seperti itu," tutupnya.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook