TOPIK TERPOPULER

Anggaran Dialihkan, Sejumlah Proyek di Pangkep Terancam Dicoret

Muhammad Subhan
Anggaran Dialihkan, Sejumlah Proyek di Pangkep Terancam Dicoret
Sejumlah kegiatan proyek di Pangkep terancam dicoret setelah anggaran pusat dialihkan ke penanganan Covid-19. Foto: Ilustrasi

PANGKEP - Sejumlah kegiatan proyek di Kabupaten Pangkep, terancam dicoret lantaran puluhan miliar anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021 akan dipangkas.

Pemangkasan tersebut, terkait kebijakan refocusing anggaran oleh Kementerian Keuangan melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.07/2021 tentang pengelolaan transfer ke daerah dan dana desa tahun anggaran 2021 dalam rangka mendukung penanganan pandemi Covid-19 dan dampaknya.

Sekretaris Dinas Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Pangkep, Asri menyebutkan sedikitnya Rp24 miliar yang terdiri dari DAU dan Rp1,5miliar DAK akan dipangkas.

Baca Juga: Lalu Lintas Semrawut, DPRD Pangkep Soroti Kinerja Dishub

DAU yang totalnya Rp724.314.014.000 dipangkas menjadi jadi Rp701.116. 154.000 atau berkurang sebesar Rp23.197.860. DAU yang dipangkas tersebut terdiri dari DAU formula, Bantuan pendanan Kelurahan dan Bantuan pendaan penggajian PPPK.



"Delapan persen dari sisa DAU Rp701 miliar juga akan dialokasikan untuk penanganan Covid-19," jelas Asri di ruang kerjanya, Kamis, (04/03/2021).

Sementara DAK berkurang dari Rp218.646.190.000 jadi 217.120.803.000. pengurangan DAK ini disektor DAK bidang KB Rp1,1 miliar dan DAK penugasan 404 juta.

Terkait kegiatan proyek mana yang akan dicoret, Asri mengatakan, hal itu akan diputuskan dalam rapat yang tak lama lagi digelar. Namun Asri memastikan kegiatan atau proyek yang sudah lelang atau kontrak tidak akan terpangkas.

"Nanti dilihat mana yang dicoret, yang pasti salah satu kriterianya yaitu kegiatan yang bukan prioritas dan tidak mendesak akan dicoret," lanjutnya.

Baca Juga: Dinas Penataan Ruang Pangkep Gelar Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi



Mantan Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid menyayangkan kondisi tersebut. Padahal sejak penetapan APBD 2021, ia yang saat itu masih menjabat memerintahkan agar proses lelang segera dilakukan. Karena menurutnya, sesuai pengalaman saat kebijakan recofusing pada 2020 lalu, kegiatan yang sudah dilelang dan berjalan tak mengalami pemangkasan anggaran.

"Waktu itu saya mau buru-buru tender karena pengalaman tahun kemarin tidak ada pemotongan untuk kegiatan yang sudah tender. Kalaupun kena refocusing akan menjadi utang Pemda dan kegiatan pembangunan tetap jalan," ucapnya.



(agn)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!