alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Puluhan Orang Tertipu Arisan Online Hingga Rp6 Miliar

Faisal Mustafa
Puluhan Orang Tertipu Arisan Online Hingga Rp6 Miliar
Salah satu korban usai melakukan pelaporan di kepolisian karena merasa ditipu dengan kasus arisan online. Foto: Sindonees/Faisal Mustafa

MAKASSAR - Sedikitnya 32 orang melaporkan kasus dugaan penipuan investasi, bermodus arisan online di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Senin (02/12/2019).

Kuasa hukum para korban, Al Jibran mengatakan, pihaknya melaporkan dugaan penipuan serta penggelapan yang dilakukan oleh Kelvin Laurens selaku pengelola arisan online.

“Total korban yang melaporkan ada 32 orang, taksiran kerugian mencapai Rp6 miliar,” terangnya.



Dilanjutkan Al Jibran, terlapor dalam menjalankan bisnisnya kliennya diiming-imingi keuntungan dari setiap dana yang diinvestasikan yakni sebesar Rp10 juta tiap bulannya.

Umumnya, para korban kenal dengan terlapor, melalui media sosial yang dikelola secara mandiri oleh Kelvin. Tergiur dengan keuntungan yang menjanjikan, para korban tak segan untuk menyetorkan uang hingga ratusan juta.

“Setorannya variatif. Ada yang menyetor sampai Rp100 juta sampai Rp800 juta karena tergiur dengan investasi arisan ini,” terang Al Jibran.

Salah satu korban bernama Angel mengaku, mengalami kerugian hingga ratusan juta lantaran tergoda dengan investasi arisan online yang diduga bodong itu. Pengusaha muda telah menyetorkan uangnya sejak Juli 2019 lalu.

Setoran itu dilakukan secara bertahap, selama itu terlapor Kata Angel, sama sekali belum pernah memberikan keuntungan yang dijanjikan bisa dinikmati setiap bulan.

Terlapor, lanjut Angel selalu berkilah ketika dihubungi olehnya dan beberapa korban lainnya dengan berbagai alasan.

"Saya belum dibayar sampai sekarang uang saya sebanyak Rp800 juta. Kalau dengan bunga sekitar Rp1 miliar," tukasnya.

Olehnya itu, Angel bersama rekan-rekannya memutuskan untuk melanjutkan perkara ini ke rana hukum tepatnya di Mapolda Sulsel.

"Kami dalam satu grup itu ada 32 orang. Terakhir infonya katanya karena sudah kolaps," jelasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan penipuan investasi arisan online ini. Sementara ini mereka membutuhkan waktu untuk memproses lebih lanjut pelaporan tersebut.

“Benar baru kita mendapatkan ada dugaan penipuan online. Modusnya sistem grup dan buat arisan. Ini masih kita dalami lagi,” ujarnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook