alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bahan Makanan Picu Inflasi Sulsel 0,11%

Marhawanti Sehe
Bahan Makanan Picu Inflasi Sulsel 0,11%
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Yos Rusdiansyah. Foto: SINDOnews/Muctamir Zaide

MAKASSAR - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan (Sulsel) merilis data inflasi Sulsel bulan November mencapai 0,11 persen. Sedangkan laju inflasi Sulsel periode Januari hingga November mencapai 2,31 persen.

Hal itu diutarakan oleh Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah saat rilis bulanan di Kantor BPS Sulsel, Senin (1/12/2019). Dia mengatakan lima kota indeks harga konsumen (IHK) di Sulsel mengalami inflasi.

Dari data tersebut, tercatat kelompok pengeluaran yang menjadi pemicu inflasi adalah bahan makanan yakni mengalami inflasi sebesar 0,29 persen di bulan November dengan laju inflasi Januari sampai November mencapai 4,62 persen.



Kelompok pengeluaran kedua yang menjadi pemicu inflasi adalah makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau yakni mencapai 0,19 persen, disusul perumahan, air, gas, listrik, dan bahan bakar yakni mencapai 0,18 persen, disusul kesehatan 0,14 persen dan sandang 0,10 persen.

Terdapat pula dua kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yakni pendidikan, rekreasi dan olahraga mencapai 0,03 persen dan transpor, komunikasi dan jasa keuangan yang mencapai 0,32 persen.

"Pada perubahan indeks harga konsumen November 2019, lima kelompok pengeluaran memberikan andil/sumbangan positif terhadap inflasi dan dua kelompok lainnya memberikan andil negatif," jelas Yos.

Lebih lanjut, Yos menjelaskan pada bulan November 2019 Sulsel mengalami inflasi sebesar 0,11 persen dan pada periode yang sama di tahun 2018 lalu dan 2017 Sulsel juga mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,28 persen dan 0,28 persen.

Adapun tingkat inflasi tahun kalender (Januari-November 2019) di Sulsel sebesar 2,31 persen, di mana inflasi tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan kondisi tahun 2018 dan 2017 dengan inflasi tahun kalender masing-masing sebesar 2,62 persen dan 3,37 persen.

"Tingkat inflasi tahun ke tahun (November 2019 terhadap November 2018) sebesar 3,19 persen. Tingkat inflasi tahunan tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan tingkat inflasi pada periode yang sama tahun 2018 dan 2017 yang mengalami inflasi tahun ke tahun masing-masing sebesar 3,68 persen dan 3,68 persen," jelas Yos.

Sementara itu, di bulan November 2019 di Kota Makassar terjadi inflasi sebesar 0,04 persen atau terjadi peningkatan indeks harga konsumen (IHK) dari 139,91 pada Oktober 2019 menjadi 139,96 pada November 2019.

Laju inflasi tahun kalender (Januari-November 2019) sebesar 2,38 persen, dan laju inflasi tahun ke tahun (November 2019terhadap November 2018) sebesar 3,34 persen. Inflasi di Kota Makassar pada November 2019 disebabkan oleh naiknya harga pada lima kelompok pengeluaran yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,19 persen.

Sedangkan kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau juga mengalami inflasi sebesar 0,17 persen, kelompok sandang sebesar 0,13 persen, kelompok bahan makanan sebesar 0,11 persen, dan kelompok kesehatan sebesar 0,05 persen.

"Dua kelompok pengeluaran lainnya mengalami penurunan indeks harga konsumen yaitu kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan masing-masing sebesar 0,04 persen dan 0,44 persen," tutup Yos.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook