TOPIK TERPOPULER

5 DPC di Sulsel Diduga Hadiri KLB Demokrat di Deli Serdang

Muhaimin Sunusi
5 DPC di Sulsel Diduga Hadiri KLB Demokrat di Deli Serdang
Suasana Rakorda DPD Demokrat Sulsel. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Partai Demokrat Sulsel menggelar rapat koordinasi daerah (Rakorda) dan apel siaga di Hotel Claro Makassar pada Jumat (5/3/2021).

Agenda ini bertujuan mengumpulkan ketua dan sekretaris DPC kabupaten/kota untuk memastikan apakah ada kader yang mengikuti kongres luar biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara yang juga digelar Jumat, (05/02/2021).

DPD Demokrat Sulsel mengabsen setiap DPC yang hadir, baik ketua dan sekretarisnya. Bila tak ada di lokasi, maka akan ditelepon tatap muka atau video call, untuk memastikan kader yang bersangkutan tak berada dalam arena KLB.

Baca Juga: Kisruh Demokrat, Saiful Mujani: Kejadian Pertama Partai Dibajak Orang Luar Partai

Dari 24 DPC kabupaten/kota, sebanyak 12 Ketua DPC tak hadir. Namun tujuh diantaranya melaporkan melalui virtual bahwa mereka tak berada di arena KLB.



Diantaranya ialah Amirullah Nur di Maros, Syukur Bijak di Luwu, Anwar Akib di Luwu Utara, Hasten Bangri di Toraja Utara, Fardianty AS di Palopo. Selanjutnya Muh Nasyit Umar di Sinjai dan M Rahmat Sjamsu Alam dan Parepare.

"Karena sekarang ini mereka merencanakan KLB. Karenanya kita secara serentak di seluruh Indonesia, DPD melaksanakan apel siaga supaya kita bisa cek pemegang suara sah," kata Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ni'matullah di Hotel Claro.

Sementara itu, ada lima ketua DPC Demokrat kabupaten/kota yang tak hadiri agenda DPD ini. Mereka juga tak merespon panggilan saat hendak dimintai laporan melalui virtual.

Kelimanya ialah Andi M Ridha di Pangkep, Andi Insan P Tanri di Sidrap. Selanjutnya Ari Reza Ali di Gowa, Andi Hairuddin di Barru dan Ikrar Kamaruddin di Takalar.

Baca Juga: SBY Sebut KLB Partai Demokrat di Deli Serdang Abal-Abal



Ulla menuturkan, bila ada DPC yang tak menghadiri Rakorda ini dan tak merespon panggilan telepon, maka bisa jadi menghadiri KLB. Sebab agenda ini wajib dihadiri dan direspon.

"Kalau dia tidak datang dan tidak mengangkat telepon, maka kuat dugaan mereka ikut KLB. Dan itu kami sudah peringatkan sanksinya," sebut Ulla.

Wakil Ketua DPRD Sulsel ini mengatakan, kader yang mengikuti KLB bisa dicap sebagai pengkianat. Selain itu, sanksi tegas juga telah menunggu mereka.



(agn)

halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!