alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Polisi Kejar 2 Pelaku Penipuan Berkedok Investasi Arisan Daring

Faisal Mustafa
Polisi Kejar 2 Pelaku Penipuan Berkedok Investasi Arisan Daring
Salah seorang korban usai melakukan pelaporan di kepolisian karena merasa ditipu dengan kasus arisan online. Foto: SINDOnews/Faisal Mustafa

MAKASSAR - Penyidik Subdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Sulsel terus mendalami dugaan kasus penipuan dengan modus investasi arisan daring atau online yang disinyalir korbannya lebih dari 100 orang. Sebagian besar korban merupakan warga Kota Makassar.

Menurut kuasa hukum korban, Al Jibran, jumlah korban yang melapor hingga kemarin, sebanyak 36 orang. Jumlah tersebut bertambah empat orang dari 32 korban yang melapor ke Mapolda Sulsel, sehari sebelumnya. Tidak menutup kemungkinan, jumlah korban masih akan bertambah.

“Awal, kita melapor itu jumlahnya 32 orang. Hari ini (kemarin) ada empat orang lagi yang datang mengadu, jadi total sudah 36 orang. Kan total di grup ada 150 orang, nantinya laporan aduannya ini akan dijadikan satu bagian pengaduan,” kata Al Jibran saat dihubungi SINDOnews lewat sambungan telepon, Selasa (3/12/2019).



Grup yang dimaksud Al Jibran yakni Whatsapp, yang menjadi wadah bagi pelaku untuk mengumpulkan calon korbannya. Para korban, lanjut dia, sebagian besar adalah wanita dari beragam profesi mulai dari pengusaha hingga ibu rumah tangga.

Al Jibran menjelaskan, investasi arisan daring itu dimulai sejak dua tahun lalu dan awalnya berjalan lancar. Pengelola memberikan keuntungan kepada pemilik modal. Namun pada pertengahan November 2019, terlapor menyatakan dirinya sudah kolaps atau bangkrut.

“Sebenarnya arisan ini berjalan baik kurang lebih satu dua tahunan, nanti baru di tanggal 19 November itu baru si terlapor ini bilang kalau dia kolaps. Padahal anggota ini sudah banyak yang menyetor, nah saat korban ini menagih dia bilang kolaps,” tuturnya.

Al Jibran menjelaskan, dalam menjalankan arisan daring, pengelola atau bandar membagi empat skema atau jenis permainan yakni flat, duet, tembak, dan menurun.

“Salah satu misalanya cara kerjanya arisan flat. Flat itukan pinjaman, kita mau meminjam dana Rp100 juta, kemudian dilempar ke grup Whatsapp untuk 10 orang misalkan yang ikut, dan masing-masing dengan setoran yang berbeda untuk memenuhi angka Rp100 Juta itu. Setelah itu pengembalian dana itu masing-masing diberikan keuntungan 15 persen dari pinjaman tadi,” ujarnya.

Dia melanjutkan, uang yang terkumpul itu juga dikeluarkan untuk membayar admin dari pengembalian setoran pinjaman.

“Misalnya 2,5 persen dari pengembalian. Contoh saya punya setoran flat Rp15 juta kalau tambah bunga 2,5 persen berarti saya setor di admin Rp17,5 juta. Nanti pengembaliannya itu Rp20 juta,” jelasnya.

Admin tersebut, kata dia, selama ini mendapatkan keuntungan dari seluruh pemain. Keuntungan itulah, lanjut Al Gibran, yang dikejar oleh kliennya. Al Jibran menyebut, jumlah kerugian para korban ini mencapai puluhan miliar Rupiah.

“Karena 32 orang awal saja ini sudah Rp6 miliar. Belum lagi empat orang yang melapor lagi dan mereka-mereka yang belum melapor,” ucapnya.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Ibrahim Tompo mengatakan, sudah mengantongi identitas dua terduga pelaku arisan daring tersebut. Salah satunya seorang pria yang sebelumnya telah dilaporkan oleh korban ke Mapolda Sulsel bernama Kelvin Laurens selaku pengelola arisan.

“Dari hasil pendalaman yang kita kumpulkan dari sejumlah keterangan, pelakunya itu kemungkinan ada dua. Ini juga yang masih kita dalami apakah yang dua ini terhubung atau main sendiri-sendiri,” jelasnya.

Dalam waktu dekat, lanjut Ibrahim, pihaknya akan menjadwalkan pemeriksaan sebagai rangkaian dari pendalaman pelaporan perkara. Pihaknya juga masih memeriksa secara intensif para korban. Sejauh ini, kata dia, korban yang diidentifikasi merupakan warga wilayah Makassar.

“Makanya ini yang kita terus tampung dan intinya di dalami lagi. Termasuk itu yang melapor ke Polsek-polsek sampai di Polrestabes Makassar. Untuk posko pengaduan kita belum pikir ke sana, namun penyidik akan mendatak korban-korban,” bebernya.

Mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Utara mengungkap para korban rata-rata tergiur dengan iming-iming mendapatkan keuntungan yang cukup besar dari setiap uang yang diinvestasikan. (Baca juga: Puluhan Orang Tertipu Arisan Online Hingga Rp6 Miliar)

Para korban, lanjut dia, mengaku mengenal arisan daring lewat Facebook. “Kemudian saling ajak satu sama lain, bahkan ada yang pernah bertemu. Jadi terlapor inj membuat arisan dalam grup online kemudian dijanjikan keuntungan sampai Rp10 juta dalam setiap investasi,” jelasnya.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook