alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Maskapai Obral Diskon Tiket 30% Jelang Natal dan Tahun Baru

Koran Sindo
Maskapai Obral Diskon Tiket 30% Jelang Natal dan Tahun Baru
Sejumlah maskapai berencana menurunkan besaran tarif penerbangan hingga 30 persen jelang Natal dan Tahun Baru. Foto: Ilustrasi.

JAKARTA - Masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) makin dekat. Di tengah kekhawatiran bakal melambungnya harga tiket pesawat, sejumlah maskapai justru berencana menurunkan besaran tarif penerbangan hingga 30 persen. Diskon tiket ini akan diberlakukan hingga Februari 2020.

Rencana kebijakan anyar sejumlah maskapai ini kemarin diungkapkan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Bahkan, Menhub menyebutkan soal penurunan tarif juga sudah dibahas lintas kementerian yang melibatkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, serta Kementerian Perhubungan.

Selain direncanakan hingga Februari 2020 mendatang, diskon ini hanya berlaku pada Senin-Kamis. Pemerintah tidak membatasi rute mana yang akan diberikan diskon, namun sejumlah maskapai berencana memberlakukan untuk rute-rute di Indonesia bagian timur.



Penurunan harga tiket bisa dilakukan karena sejumlah maskapai mampu mengefisiensikan operasional, antara dari bahan bakar avtur.
"Kementerian ESDM sudah atur rebalancing akan membuat harga baru lebih murah," ujar Menhub.

Di antara maskapai yang sudah menyatakan komitmennya akan memberikan diskon tarif ini adalah Garuda Indonesia. Meski demikian, Menhub optimistis sejumlah maskapai lain seperti Lion Air Group akan mengikuti langkah Garuda.

"Lion mengikuti biasanya. Garuda Indonesia dulu pertama," terangnya.

Namun soal rencana penurunan tiket ini, SINDOnews belum berhasil mengonfirmasi langsung Garuda hingga tadi malam. Budi menegaskan, Kemenhub mendorong agar maskapai bisa memberlakukan tarif pesawat yang terjangkau sesuai koridor tarif batas atas dan tarif batas bawah.

Untuk memonitor transportasi selama libur Natal dan Tahun Baru, Kemenhub akan melakukan pemantauan selama 19 hari yang dimulai 19 Desember 2019 sampai dengan 6 Januari 2020. Kemenhub memperkirakan puncak arus mudik pada libur Nataru dimulai pada Jumat (20/12/2019) sampai Selasa (24/12/2019), sedangkan puncak arus balik diperkirakan dimulai pada Minggu (29/12/2019) sampai dengan Selasa (31/12/2019).

Tahun ini pemerintah dan para operator angkutan menyiapkan 50.317 bus (AKAP, AKDP, dan pariwisata), 228 kapal Ro-Ro, 404 kereta api, 1.293 kapal, dan 495 pesawat. Jumlah tersebut rata-rata mengalami peningkatan dibandingkan 2018. Kemenhub memprediksi terdapat 16,4 juta penumpang yang akan melakukan perjalanan pada angkutan Nataru tahun ini atau turun 0,18 persen dibandingkan tahun lalu.

"Prediksi jumlah penumpang memang yang paling banyak darat karena jalan tol itu banyak bertambah. Kita prediksikan naik 4-5 persen. Yang lain itu rata. Udara mungkin turun sedikit," terangnya.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook