alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tiap Tahun, Rata-rata 1.000 Pasutri di Sulsel Bercerai

Tri Yari Kurniawan
Tiap Tahun, Rata-rata 1.000 Pasutri di Sulsel Bercerai
Kemenag mencatat rata-rata ada 1.000 pasangan suami istri di Sulsel yang bercerai setiap tahun. Foto/Ilustrasi

MAKASSAR - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel, Anwar Abubakar, mengungkapkan angka perceraian di daerahnya sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan laporan yang diterimanya, rata-rata ada 1.000 pasangan suami istri (pasutri) di Sulsel yang bercerai setiap tahunnya.

Salah satu penyebab tingginya angka perceraian itu adalah pasangan yang menikah di usia dini. "Tingginya tingkat perceraian saat ini disebabkan salah satunya belum adanya kesiapan dari calon pengantin atau pengantin yang lalu," kata Anwar, dilansir dari laman resmi Kemenag Sulsel, Jumat (6/12/2019).

Guna menekan angka perceraian di Sulsel yang banyak dipicu pernikahan anak/pernikahan dini, Kemenag sudah melakukan berbagai upaya. Kemenag Sulsel sendiri terus berkoordinasi dengan lembaga terkait. Salah satunya melalui Rapat Koordinasi Lintas Kementerian/Lembaga yang digelar di Aula Kanwil Kemenag Sulsel, Rabu (6/12/2019).



Rapat ini melibatkan beberapa unsur, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Dinas sosial, Pengadilan Tinggi Agama, MUI, PWNU, DPW Muhammadiah, PW Muslimat NU, DPW Aisyiah, PB DDI, Penyuluh Agama, dan beberapa madrasah.

Menurut Anwar, dalam rapat lintas kementerian/lembaga itu memang diidentifikasi bahwa banyak pernikahan dini yang berujung perceraian. Menyikapi hal tersebut, ia meminta partisipasi semua instansi, ormas dan lembaga yang terkait, untuk bersama-melakukan pencegahan perkawinan usia dini.

Ia juga sangat menaruh harapan dengan adanya regulasi baru yang diatur dalam Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan. Dalam regulasi ini sudah ditingkatkan ambang batas umur calon pengantin. Saat ini, pria dan wanita yang ingin menikah harus minimal berumur 19 tahun.

"Diharap dengan regulasi baru ini, dapat menekan tingginya angka pernikahan usia mudah, sekaligus akan berdampak pada kurangnya tingkat perceraian," harap Anwar.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook