alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pembunuhan Buruh Bangunan di Rusunawa UIM Dipicu Dendam

Faisal Mustafa
Pembunuhan Buruh Bangunan di Rusunawa UIM Dipicu Dendam
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono mengungkap motif pembunuhan buruh bangunan di UIM dipicu dendam. Foto: SINDOnews/Faisal Mustafa

MAKASSAR - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar akhirnya mengungkap kasus pembunuhan buruh bangunan, Tumanan Maru (19) di kawasan rusunawa Universitas Islam Makassar. Meski belum menangkap tiga pelaku yang diduga terlibat, tapi pelaku utamanya yakni Nasir (38) yang juga bos korban sudah diamankan.

Nasir yang bekerja sebagai pengawas proyek di lokasi kejadian telah menyerahkan diri ke kepolisian pada Kamis (5/12/2019). Berdasarkan hasil pemeriksaan, terungkap pula bahwa pembunuhan terhadap Tumanan bermotif dendam, dimana pelaku sempat cekcok dengan korban sekitar dua hari sebelum kejadian.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono, mengungkap aksi penganiayaan yang menewaskan Tumanan terjadi pada Rabu (4/12/2019). Adapun pemicu awalnya dimulai terjadi cekcok pelaku dan korban pada Senin (2/12/2019). Rentetan kejadian itu terjadi di kawasan rusunawa UIM.



Yudhiawan menyebut pelaku menyimpan dendam terhadap korban atas perselisihan pada Senin lalu. Kala itu, Nasir mendatangi Tumanan yang sedang beristirahat. Ia memberitahukan kepada anak buahnya itu bahwa istirahat hanya diperbolehkan saat makan siang.

Tumanan protes kepada Nasir. Ia berdalih beristirahat karena sudah tidak ada lagi yang bisa dikerjakan. Hal itu lantaran bahan bangunan habis. Persoalan itu membuat mereka cekcok, dimana pelaku tak terima ditentang dan menyimpan dendam kepada korban.

Puncaknya, dua hari berselang pasca-insiden pertama, Nasir melampiaskan emosinya dengan mendatangi kembali Tumanan. Kala itu, lagi-lagi korban didapatinya sedang istirahat yang kemudian dibangunkannya. “Jadi pas bangun, pelaku langsung melakukan penganiayaan,” beber Yudhiawan.

Nasir menikam Tumanan menggunakan badik sebanyak dua kali. Setelahnya itu, ia melarikan diri ke kampung halamannya di Kabupaten Jeneponto. Karena merasa berdosa, ia pun memutuskan menyerahkan diri ke Polsek Bangkala, sebelum akhirnya dibawa ke Mapolrestabes Makassar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku diketahui tak berperan sendiri dalam melakukan aksinya. Yudhiawan menyebut ada tiga rekan pelaku yang ikut membantu dan berperan dalam menganiaya korban hingga meninggal dunia.

Ketiga orang yang teridentifikasi itu masing-masing berinisial AC (19), SG (18) dan SD (19) yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polrestabes Makassar.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook