alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pemkab Gowa Ajak Perbankkan Berpartisipasi di Program UMKM

Herni Amir
Pemkab Gowa Ajak Perbankkan Berpartisipasi di Program UMKM
Pemerintah Kabupaten Gowa mengajak perbankkan untuk berpartisipasi para program 1 desa 1 UMKM unggulan. Foto: Sindonews/Ilustrasi

SUNGGUMINASA - Pemerintah Kabupaten Gowa, mengajak perbankkan ikut berpartisipasi dalam program 1 desa 1 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) unggulan.

Sekretaris Daerah, Muchlis mengatakan, pihaknya terbuka kepada perbankan untuk program tersebut.

"Seiiring dengan apa yang menjadi salah satu program pemerintah Gowa yang dalam lima tahun terakhir mengagendakan, bagaimana mengembangkan produk UMKM unggulan disetiap desa. Sehingga ini menjadi lahan yang menarik untuk perbankan," ujarnya, Jumat (6/12/2019).



Menurut Muchlis, beragam peranan perbankan bisa ikut andil dalam menyukseskan kegiatan pemerintah.
Perbankan bisa melatih teman-teman yang ada di Bumdes.

Selain itu, mengajarkan pelaku bisnis melakukan transaksi yang aman dan mengelola bisnis dengan baik. Sehingga diharapkan dapat menumbuhkan ekonomi ditingkat paling bawah.

Sementara, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan memaparkan, untuk mendorong pemerataan distribusi pendapatan, maka pemerintah daerah menjadikan sektor UMKM sebagai salah satu prioritas pembangunan di wilayah Kabupaten Gowa sejak 2016 hingga 2021 mendatang.

"UMKM sebagai salah satu sektor prioritas pembangunan daerah di Kabupaten Gowa, karena UMKM penopang perekonomian rakyat. Terbukti UMKM tahan terhadap krisis ekonomi pada 1998 lalu," paparnya.

Terlebih lagi kata dia, karena sektor UMKM ini menyerap banyak tenaga kerja, baik di bidang perdagangan, jasa maupun produksi.

Ia menyebutkan, jumlah UMKM di Kabupaten Gowa pada 2018 tercatat sekitar 7.000 pelaku UMKM. Nilai ini merupakan potensi ekonomi yang besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Karena itu, Pemkab Gowa juga mengambil tanggungjawab yang penuh dalam meningkatkan potensi para pelaku UMKMnya melalui pemberdayaan UMKM. Salah satunya dengan meluncurkan program Satu UMKM Unggulan di Desa/Kelurahan.

Menurut bupati termuda kawasan timur Indonesia, pemberdayaan pelaku UMKM secara berkelanjutan akan sangat mendorong geliat pelaku UMKM-UMKM baru, sehingga dapat menyerap banyak tenaga kerja yang pada gilirannya akan berdampak pada menurunnya angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Gowa.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2018 menunjukkan bahwa angka pengangguran sebesar 4,80 persen, berada di bawah Sulsel dan nasional dengan capaian yang sama sebesar 5,34 persen.

"Sedangkan angka kemiskinan di wilayah Kabupaten Gowa sebesar 7,83 persen yang berada di bawah Sulsel dengan 8,87 persen dan nasional 9,66 persen," tandasnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook