alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Dua Wanita Asal Makassar Jadi Tersangka Penipuan Arisan Daring

Faisal Mustafa
Dua Wanita Asal Makassar Jadi Tersangka Penipuan Arisan Daring
Polda Sulsel menetapkan dua wanita tersangka kasus penipuan arisan daring. Foto: Sindonews/Faisal Mustafa

MAKASSAR - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel, menetapkan dua wanita tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan bermodus investasi lewat arisan online. Keduanya masing-masing Kelvina Laurens (34) dan Wenny (40).

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo mengatakan, penetapan keduanya menjadi tersangka, setelah pihaknya melakukan gelar perkara hasil pendalaman dari laporan korban yang saat ini terdata ada 51 orang sejak Senin (2/12) lalu.

“Untuk kerugian saat ini terdata sekitar Rp10 miliar ini masih dalam rangkuman awal, korban saat ini terdata ada 51 orang,” katanya saat rilis di Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Jumat (6/11/2019).



Diterangkannya, Kelvina dan Wenny diamankan di tempat tinggalnya di Kota Makassar, Selasa (3/12) malam. Namun secara rinci, Ibrahim tak menyebut dimana tempat tinggal mereka berdua.

Keduanya berperan sebagai pengelola uang yang disetorkan ratusan korban setelah lebih dulu merekrut anggota dalam satu grup WhatsApp setelah menyebarluaskan informasi terkait investasi arisan online ini di Facebook.

Setelah, bergabung di grup WhatsApp, kedua pelaku menjelaskan tata cara operasi bisnis ini. Para korban diiming-imingi untuk menyetorkan uang korban diperdaya bisa mendapatkan keuntungan minimal Rp10 juta.

Keuntungan uang itu didapatkan, setelah 14 hari terhitung sejak proses penyetoran awal, karena iming-iming keuntungan besar korban pun tertarik. Setelah itu pelaku meminta korban untuk mengajak orang lebih banyak agar bisa bergabung dan menginvestasikan uangnya dalam bisnis ini.

“Mereka perannya mendapatkan, mencari korban atau anggota. Ada yang melalui WhatsApp, Line segala macam, yang pasti ketika korban masuk langusung disuruh menyetor,” jelas Ibrahim.

Dari catatan polisi, korban ditaksir mencapai 150 orang, namun saat ini masih 51 orang yang mengaku jadi korban. Mereka berasal dari Kota Makassar, selebihnya diduga berasal dari luar Kota Makassar, sebab slaah satu pelaku bernama Wenny mengaku sudah pernah menetap di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook