alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

ARN Manuver ke DPP, Fadli Ananda Kunjungi Industri Kreatif

Muhaimin Sunusi
ARN Manuver ke DPP, Fadli Ananda Kunjungi Industri Kreatif
dr Fadly Ananda (Tengah Baju Putih) saat mengunjungi salah satu industri kreatif yakni Cartenz Barbershop. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Dua bakal calon wali kota Makassar kian gencar melakukan manuver dan sosialisasi, termasuk yang dilakukan oleh Abdul Rachmat Noer (ARN) dan dr Fadli Ananda.

Mereka punya cara sendiri memaksimalkan waktu sebelum Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar tahun depan.

ARN misalnya, tengah bermanuver ke DPP ia mengklaim sementara berada di Jakarta untuk bertemu sejumlah elit partai politik.



"Selama bulan Desember ini, akan saya gunakan untuk melakukan lobby dan pendekatan ke elit parpol di Jakarta. Insyaallah akhir Desember, sudah ada kepastian dari empat parpol yang menjadi target saya sebagai kendaraan politik di Pilwalkot Makassar tahun depan," bebernya.

Ada pun keempat partai tersebut yakni PAN (lima kursi), Perindo (dua kursi), Hanura (tiga kursi) dan Gerindra (lima kursi). Jika ditotal maka sudah melebihi dari cukup syarat maju di Pilwalkot Makassar 2020.

Pimpinan PT Semen Tonasa ini mengaku, jika telah pasti menerima rekomendasi sejumlah partai tersebut, dirinya berniat mengambil cuti di perusahaanya mulai Januari 2020. Rachmat ingin fokus di Pilwalkot Makassar 2020.

"Saya akan mengambil cuti di luar tanggungan perusahaan untuk fokus pada seluruh rangkaian kegiatan dan persiapan untuk memenangkan Pilwalkot Makassar. Saya akan fokus dan memaksimalkan kerja untuk menaikkan popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas," pungkasnya.

Sementara Bakal calon Wali Kota Makassar lainnya, dr Fadli Ananda mendukung perkembangan industri kreatif di Kota Makassar. Buktinya, dia mulai menyambangi sejumlah pelaku industri kreatif, salah satunya Cartenz Barbershop, yang bergerak di jasa pemotongan rambut khusus pria.

Fadli menyampaikan, industri kreatif Kota Makassar saat ini mulai diperhitungkan. Sehingga diperlukan inovasi baru yang disesuaikan dengan keinginan masyarakat saat ini.

"Para pelaku industri kreatif jangan cepat merasa puas, karena sekarang para pelaku industri kreatif di Indonesia berlomba-lomba untuk menunjukkan karya terbaiknya. Kalau sampai lengah, kita bisa kembali menjadi yang terbelakang," katanya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook