alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Dishub Sulsel Koordinasi Kemenhub Soal Operasional 15 BRT

Syachrul Arsyad
Dishub Sulsel Koordinasi Kemenhub Soal Operasional 15 BRT
Dishub Sulsel akan berkoordinasi dengan Kemenhub soal operasional dan pemanfaatan 15 unit BRT. Foto/Ilustrasi/dok SINDOnews

MAKASSAR - Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan terkait operasional dan pemanfaatan 15 unit Bus Rapid Transit (BRT). Hal itu menyusul rencana hibah separuh dari 15 unit BRT milik Sulsel ke sejumlah kabupaten/kota.

Saat ini, Dishub Sulsel tengah fokus terlebih dulu merampungkan proses pengurusan kelengkapan administrasi kendaraan atas 15 unit BRT dari hibah Kemenhub.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dishub Sulsel, Fahlevi, mengatakan proses cek fisik atas angkutan massal itu telah dilaksanakan. Langkah itu sebagai bagian dari tahapan pengurusan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) dan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB), maupun surat tanda nomor kendaraan (STNK).



“Kemarin selesai cek fisik. Selesai itu, terus minggu depan bayar pajak. Kita sementara selesaikan BPKB dan pelatnya segala macam," tutur Fahlevi di Makassar.

Dikatakan, anggaran pengurusan kelengkapan adminsitrasi 15 unit BRT itu menelan biaya Rp500 juta, atau tiap unitnya berkisar masing-masing Rp25 juta. Anggaran ini sudah dialokasikan sebelumnya dalam APBD Perubahan tahun 2019.

Diketahui, sebanyak 15 unit BRT itu merupakan bantuan Kemenhub untuk Pemprov Sulsel. Sejak Desember 2018 lalu resmi diserahkan oleh pemerintah pusat, bantuan hibah angkutan umum tersebut hingga kini belum juga dioperasikan.

Puluhan BRT tersebut mangkrak dan masih terparkir di halaman kantor Gubernur Sulsel lantaran belum layak jalan karena belum memiliki kelengkapan administrasi kendaraan.

Dikatakan, sampai semua penyediaan dokumen yang dimaksud rampung, barulah moda transportasi itu bisa dioperasikan. Kata Fahlevi, jika dokumen administrasi kendaraan sudah rampung, pihaknya akan kembali membahas soal penempatan pengoperasian angkutan umum ini.

Meski demikian, dia mengaku 15 BRT tersebut direncanakan dibagi dan disebar ke beberapa daerah di Sulsel. “Ini bantuan 15 BRT untuk angkutan massal provinsi. Tapi kan kalau memang ada rencana pemanfaatnya ke daerah, dikoordinasikan lagi bagaimana penyerahannya," tutur dia.

Dishub Sulsel, lanjut dia, akan berkoodinasi dengan Kemenhub untuk mempertegas alur dan mekanisme jika hibah itu mau diserahkan ke kabupaten/kota dalam pemanfaatannya. “Kita akan koordinasi ke kementerian bagaimana mekanisme jika itu diserahkan dan dimanfaatkan ke daerah."

"Yang jelas saya selesaikan dulu BPKB dan diberi pelat merah. Ini selesai cek fisik 15 unit, setelah itu nanti kita bayar pajak, minggu depan sudah selesai platnya," tandas Fahlevi.

Sebelumnya Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, mengaku 15 unit BRT ini akan dikirim ke beberapa daerah di Sulsel. Dia mencanangkan bakal mengirim setidaknya delapan dari 15 BRT tersebut ke Kabupatan Tana Toraja dan Toraja Utara.

Untuk menggenjot pengembangan potensi daerah di sektor kepariwisataannya, dengan dukungan aksesibilitas transportasi.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode inipun berencana membuat sistem transportasi yang menghubungkan seluruh destinasi wisata di Toraja menggunakan armada BRT. "Akan kita kirim delapan ke Tana Toraja dan Toraja Utara. Kita akan perlihatkan sistem transportasi yang bagus disana," sebut Nurdin.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook