alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Oknum Guru SMP Ditangkap Usai Minta Belasan Siswanya Masturbasi

Okezone
Oknum Guru SMP Ditangkap Usai Minta Belasan Siswanya Masturbasi
Ilustrasi. Foto: SINDOnews

MALANG - Kasus yang mencoreng dunia pendidikan kembali terjadi. Kali ini di Malang, Jawa Timur. Seorang oknum guru di salah satu SMP di Malang ditangkap karena diduga telah melakukan perbuatan cabul terhadap siswanya.

Oknum guru berinisial CH (38), oleh polisi disebut meminta 18 siswanya bermasturbasi atau onani dengan modus untuk penelitian. Hal itu diungkap Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung.

Menurut Yade, kasus itu terungkap setelah ada seorang korban mengadu ke orang tuanya terkait perbuatan CH. Orang tua siswa lalu berkoordinasi dengan guru yang ditindaklanjuti dengan mengumpulkan 18 siswa yang jadi korban.



Setelah itu, kasus tersebut kemudian dilaporkan ke polisi pada 3 Desember 2019. Polisi yang menerima laporan kemudian melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi serta mendatangi tempat kejadian.

"Pelaku mengarah ke CH ini, lalu dilakukan penyelidikan. Namun yang bersangkutan tidak pulang di rumahnya di Kepanjen sejak 3 Desember," beber Yade di Mapolres Malang, Sabtu (7/12/2019).

CH kemudian ditangkap di daerah Turen, pada Jumat 6 Desember 2019 sore. (Baca juga: Sebelum Beraksi, Oknum Guru SMP Cabul Paksa Korban Sumpah Pakai Alquran)

Berdasarkan penyelidikan polisi, CH diketahui melakukan perbuatan cabulnya sejak Agustus 2017 sampai Oktober 2019 di ruang tamu bimbingan konseling (BK) di sekolah tempat kerjanya. Aksi CH dilakukan di luar jam sekolah.

“Saat jam istirahat (CH) memanggil muridnya meminta untuk menemuinya usai pulang sekolah di ruang BK. Di sanalah perbuatan cabul dilakukan pelaku," beber Yade.

Yade menyampaikan, polisi sudah mendata ada 18 siswa yang korban pencabulan CH. Mereka telah dimintai keterangan dan divisum.

Pelaku CH kata yade diketahui telah memiliki seorang istri dan seorang anak. CH belakangan mengaku bahwa perbuatan itu dilakukan karena dirinya mempunyai hasrat seksual ke sesama laki - laki.

"Punya hasrat seksual (ke laki-laki) sejak usia 20 tahun," ujar CH saat ditanya wartawan.

Akibat perbuatannya, CH akan dijerat dengan Pasal 82 Juncto 76 E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta Pasal 82 Ayat 2.

"Oleh karena pelaku merupakan tenaga pendidik maka hukumannya ditambah sepertiga menjadi 20 tahun penjara maksimal," pungkas Yade.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook