alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Ribuan Personel Polisi Disiagakan Pada Peringatan Hari Anti Korupsi

Faisal Mustafa
Ribuan Personel Polisi Disiagakan Pada Peringatan Hari Anti Korupsi
Ribuan personel Polda Sulsel disiagakan pada peringatan hari anti korupsi sedunia. Foto: Sindonews/ilustrasi

MAKASSAR - Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel, menurunkan ribuan personel untuk mengamankan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh pada Senin, (9/12/2019).

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo pihaknya telah menyiapkan ribuan personel untuk mengawal peringatan hari anti korupsi.

"Kita sudah mempersiapkan personel kurang lebih 2.500 orang itu gabungan dari Polda dan Polrestabes dan masing-masing daerah juga mempersiapkan personel untuk membackup wilayah masing-masing. Tapi untuk Polda kita cuman membackup untuk Polrestabes saja," bebernya.



Kekuatan penuh berasal dari satuan kerja Polda Sulsel serta mengerahkan kendaraan dinas untuk mengurai massa, jika ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi saat demonstrasi berlangsung.

"Dukungan teknis otomatis disiagakan, namun terkait pengamanan kita fokuskan dipenyiagaan personel juga," pungkasnya.

Para Personel ini lanjut dia, akan disiagakan di titik-titik aksi di Kota Makassar.

"Titik-titik nya itu di Fly Over pastinya karena itu jadi kerawanan kita. Lalu kejaksaan, kemudian gubernuran dan kanntor wali kota itu tempat-tempat yang kita antisipasi, tapi yang paling dititikberatkan itu di Fly Over," bebernya.

Lebih jauh, dia berharap, agar masyarakat yang menyampaikan aspirasi tetap tenang dan tertib. Saat pengamanan para personel itu telah diintruksikan untuk melakukan upaya persuasif untuk menjegah terjadinya gesekan horizontal.

"Saya berharap juga ada kerjasama dari masyarakat dan pengunjuk rasa agar tidak terjadi chaos atau kerusuhan, sampai merembes ke problem pidana lain yang menggangu ketertiban masyarakat," katanya.

Namun, dia menegaskan akan menindak tegas oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab jika ditemukan adanya unsur pidana saat melakukan penyampaian pendapat di muka umum.

"Kita pasti tindak dan proses jika ada yang bawa senjata tajam atau membuat provokasi, karena itu potensi kerawanan yang bakal muncul, dan kadang-kadang mereka itu mempunyai agenda bukan memperingati secara murni untuk kepentingan masyarakat, dia biasanya punya agenda pribadi untuk memanfaatkan situasi ini," tutupnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook