alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bursa Calon Bupati Gowa Sepi Kader, Pengamat: Cermin Kegagalan Partai

Herni Amir
Bursa Calon Bupati Gowa Sepi Kader, Pengamat: Cermin Kegagalan Partai
Pengamat politik Universitas Bosowa, Arief Wicaksono dalam sebuah kegiatan beberapa waktu lalu. Foto: SINDOnews

SUNGGUMINASA - Partai politik (parpol) di Kabupaten Gowa hingga saat ini belum ada yang mendeklarasikan akan mengusung kader sendiri pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gowa 2020 mendatang.

Bahkan sejumlah parpol mengisyaratkan mendukung petahana, Adnan Purichta Ichsan dalam perebutan kursi nomor satu di daerah berjuluk Butta Bersejarah itu.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Politik Universitas Bosowa (Unibos), Arif Wicaksono mengatakan, fenomena tersebut menunjukkan adanya kegagalan parpol dalam mencetak kader.



"Sudah banyak penelitian yang menyimpulkan, bahwa salah satu cermin kegagalan partai adalah tidak adanya kader yang memiliki kualitas keterpilihan yang baik, jika maju dalam ajang pilkada, demikian pula dalam arena pileg," ungkapnya, Senin (9/12/2019).

Dia menjelaskan, saat ini di Indonesia, kader yang benar-benar menjalani karir politiknya di parpol dari bawah ke atas sangat jarang. Malah parpol yang biasanya melakukan pencaplokan figur eksternal dengan tingkat popularitas yang tinggi.

Tujuannya, lanjut Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fisipol Unibos ini, menempatkan figur tersebut sebagai vote getter bagi partai tersebut.

Dia menambahkan, dalam fenomena pilkada Gowa, di mana partai politik beramai-ramai memberikan sinyal merapat ke petahana, maka akan berpeluang memunculkan situasi head to head dengan kolom kosong.

"Jika incumbent yakin dengan tingkat keterpilihan yang baik-baik saja, seperti fenomena kotak/kolom kosong di Bone dan Enrekang tahun lalu. ok," jelasnya.

Namun tambah Arif Wicaksono, jika tidak yakin, misalnya dengan bertimbang bahwa perilaku parpol di Gowa mirip dengan fenomena kolom kosong di Makassar, di mana mereka menyimpan agenda di pilkada mendatang, maka petahana di Gowa harus punya antisipasinya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PPP Gowa Nursyam Amin menuturkan, bahwa orientasi utama PPP adalah menyejahterakan rakyat.

Sehingga kata dia, jika ada pemipin yang mampu mewujudkan itu, maka pihaknya tidak ingin egois mendorong kader internal.

"Kami lihat pak Adnan mampu mewujudkan itu untuk menyejahterakan rakyat," katanya.

Dia juga mengklaim jika PPP memiliki banyak kader potensial. Mulai dari Amir Uskara, Sahir Pasang atau Ramli Siddik.

"Jadi kita bukannya tidak punya kader potensial, kita punya. Tapi kita tidak mau egois tarik Amir Uskara ke Gowa, karena mereka dibutuhkan oleh pusat, dia mengabdi bukan hanya untuk Gowa, tetapi Indonesia," tandasnya.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook