alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Penegak Hukum Diharap Lebih Perhatikan Pencegahan Tindakan Korupsi

Chaeruddin
Penegak Hukum Diharap Lebih Perhatikan Pencegahan Tindakan Korupsi
Penegak hukum di Kabupaten Luwu diharap berkomitmen untuk lebih giat mencegah tindakan korupsi. Foto: Sindonews/Ilustrasi

LUWU - Aparat penegak hukum di Kabupaten Luwu, diharapkan bisa lebih giat memperhatikan tindakan pencegahan korupsi.

Hal itu disampaikan Ketua Forum Pemuda Pemantau Kinerja Eksekutif dan Legislatif (FP2KEL), Ismail Ishak sebagai refleksi peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI).

Ismail Ishak, berharap peringatan HAKI diharapkan mampu mendorong komitmen aparat penegak hukum Kejaksaan dan Polri untuk lebih giat mengawasi praktek korupsi.



Peningkatan pengawasan kata dia, harus ditingkatkan agar mencegah segala bentuk tindakan yang berpotensi menyebabkan terjadinya kerugian negara.

"Kita tidak selalu berharap ada yang diproses hukum kemudian divonis bersalah dalam kasus korupsi. Penindakan pencegahan harus lebih giat, jika ini dilaksanakan dengan baik tentu banyak hal yang kita capai utamanya penyelamatan uang negara," ujarnya.

Namun demikian, bukan berarti kata Ketua FP2KEL, aparat penegak hukum Kejaksaan dan Polri melakukan "permainan" kasus dengan pemerintah dan eksekutif selaku pengguna uang negara.

"Aparat pula harus tegas dalam penanganan kasus korupsi yang sudah dalam penyidikan. Jangan ada kesan main mata atau tebang pilih, jika bersalah harus diproses sesuai ketentuan," ujarnya.

Hari Anti Korupsi Internasional, FP2KEL tetap mengapresiasi kinerja Polres Luwu dan Kejari Luwu selama ini dalam mengawal sekaligus mengawasi jalannya pembangunan dan pemerintahan di Luwu.

"Kita berharap ada peningkatan dalam hal kinerja. Begitu pula dengan Pemkab Luwu, kita berharap peningkatan kinerja, mengurangi cela adanya penyalagunaan keuangan negara. Kita tetap apresiasi hingga saat ini," katanya.

Data yang dihimpun, menyebutkan dalam waktu dekat Unit Tipidkor Polres Luwu agar segara mendorong untuk tahap dua kasus dugaan korupsi proyek irigasi di Desa Pongko yang melibatkan tersangka bernama Andi Cincing.

Kasus ini disebutkan menyebabkan kerugian negara hingga Rp300 juta. Dalam kasus yang sama, tiga orang tersangka lainnya telah putus perkaranya dan telah menjalani hukuman penjara.

Tiga rekan Andi Cincing yakni, Andi Hasanuddin selalu direktur perusahaan, Yunus Kalibu Massaode selaku PPTK dan Andi Mapile direksi pengawas.
"Kasus ini ada empat orang tersangka dalam berkas yang terpisah. Tiga orang diantaranya sudah putus di pengadilan tipidkor satu lainnya Andi Cincing segera kita tahap dua," ujar Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Faizal Syam.

Selain kasus di atas, kasus dugaan korupsi dana desa tahun 2015 yang melibatkan pelaksana tugas Kades Salutubu, Ady Sukma, masih berproses di pengadilan tipidkor Makassar.

Kasus ini diduga menyebabkan terjadinya kerugian negara hingga Rp400 juta. Selanjutnya kasus dugaan pungutan liar (pungli) Dana Kube, juga dalam proses pengiriman berkas ke Kejaksaan.

Penyidik sudah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus ini yakni, mantan Kadis Sosial Mursyid Jufri dan mantan Kepala Bidang Fakir Miskin, Asmawi Alwi.

Selain kasus diatas, beberapa kasus dugaan koruspsi juga ditangani Polres Luwu saat ini, diantaranya dugaan korupsi proyek pompanisasi pada Dinas Pertanian Peternakan dan Holtikultura Kabupaten Luwu, dugaan korupsi jembatan di Pammesakkang dan proyek P3A di Kecamatan Bua.



(agn)

loading...
Berita Terkait
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook