alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Jelang Tutup Tahun, Serapan Anggaran Maros Baru 84,67 Persen

Najmi Limonu
Jelang Tutup Tahun, Serapan Anggaran Maros Baru 84,67 Persen
Dua pekan menjelang tutup tahun serapan anggaran Pemkab Maros dinilai belum maksimal. Foto/Ilustrasi/SINDOnews

MAROS - Penyerapan anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros belum optimal menjelang tutup tahun. Dua pekan menjelang pergantian tahun, serapan APBD Maros 2019 baru mencapai 84,67 persen atau sekira Rp1,02 triliun. Hal ini dipicu rendahnya serapan anggaran pengadaan barang dan jasa serta serapan anggaran infrastruktur.

Kepala Badan Keuangan dan Pendapatan Daerah kabupaten Maros, Sam Sophian, menuturkan serapan anggaran terbagi atas belanja langsung dan belanja tidak langsung. Khusus untuk belanja tidak langsung, angkanya cukup menggembirakan. Berbeda dengan serapan belanja langsung yang diakuinya masih rendah.

Tingkat penyerapan belanja tidak langsung Pemkab Maros mencapai 98,3 persen atau sekitar Rp 652 miliar dari anggaran yang disediakan sebesar Rp700 miliar. Anggaran ini termasuk gaji, insentif, tunjangan kinerja, bansos, dana hibah dan dana desa. "Totalnya mencapai Rp700 miliar. Namun yang terealisasi hingga saat ini mencapai 98,3 persen," jelasnya.



Berbeda dengan belanja langsung, Sam mengungkapkan hingga akhir November 2019, serapannya baru 43,62 persen atau sekitar Rp339 miliar dari Rp778 miliar. Jumlah ini terdiri dari jumlah belanja pegawai Rp6,1 M dari total Rp8,5 miliar. Lalu, belanja modal sekitar Rp141 miliar dari Rp452 miliar.

Selanjutnya, serapan anggaran infrastruktur baru terealisasi sekitar Rp184 miliar atau sekitar 75,73 persen dari anggaran Rp243 miliar. Diakui dia, serapan anggaran untuk barang dan jasa juga pun masih minim. Hanya mencapai Rp149 miliar dari target Rp266 miliar atau sekitar 56 persen.

"Memang ada beberapa yang penyerapan anggarannya masih sangat minim. Hal itu dikarenakan laporan pertanggungjawabannya juga minim. Bisa jadi nanti akan bisa melonjak di akhir masa pencairan di bulan ini. Utamanya kontraktor dan lambatnya pengurusan pencairan dari bendahara masing-masing SKPD," bebernya.

Ketua DPRD Maros, Patarai Amir, yang dikonfirmasi menyampaikan meski belanja modal hingga saat ini belum terserap maksimal, diharapnya semua dapat terserap hingga akhir tahun. Dia sangat memahami capaian saat ini belum maksimal karena proses pencairan masih berlangsung.

"Kita sangat berharap serapan anggaran bisa maksimal sebelum tutup jurnal. Karena memang sepengetahuan kami, ada beberapa SKPD yang masih disibukkan dengan penyerapan anggaran hingga pertengahan bulan ini, seperti Dinas PU, penyetoran laporannya dilaksanakan di akhir bulan," ujarnya.

Patarai mengingatkan jika penyerapan anggaran ini tidak maksimal, maka yang akan dirugikan adalah masyarakat Maros. "Karena setiap program itu sudah jelas peruntukannya, dan tidak berjalan maksimal itu sama saja merugikan masyarakat."

"Tak hanya itu, hal ini juga akan berdampak pada lambatnya proses lelang pengerjaan infrastruktur di tahun mendatang," tutup politikus Golkar ini.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook