alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bocah Makassar yang Dipaksa Mengemis oleh Ibunya Kembali Bersekolah

Faisal Mustafa
Bocah Makassar yang Dipaksa Mengemis oleh Ibunya Kembali Bersekolah
Bocah perempuan di Makassar yang jadi korban eksploitasi oleh ibunya sudah kembali bersekolah. Foto/Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Bocah perempuan berinisial SR (9) yang menjadi korban eksploitasi oleh ibu kandungnya, Saminah (34), akhirnya kembali bersekolah. Ia melanjutkan pendidikannya di SD Tamamaung dengan pengawasan ketat dari petugas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Makassar.

Hingga saat ini, SR juga belum dikembalikan ke orang tuanya. Ia masih tinggal di rumah aman P2TPA2A Kota Makassar. Sehari-hari, SR diantar-jemput oleh petugas untuk bersekolah dan kembali ke rumah aman. Si bocah ini sendiri sebelumnya juga telah menjalani pemulihan fisik dan mental.

Ketua Tim Reaksi Cepat (TSC) P2TP2A Kota Makassar, Makmur Payabo, mengungkapkan kondisi SR terus membaik sejak pendampingan serta menjalani pemulihan fisik dan mental terhitung Selasa (3/12/2019). Olehnya itu, SR diperbolehkan kembali bersekolah.



"Kalau anak pengemis itu sekarang kondisi traumanya sudah pelan-pelan pulih, menghampiri 100 persen. Sudah kembali sekolah juga di antar jemput orang P2TP2A. Tapi, ya tetap tinggal di rumah aman dulu, belum dikembalikan ke orang tuanya," kata Makmur, Selasa (10/12/2019).

Dia menjelaskan saat pertama kali SR datang, kondisinya kerap ketakutan dan sulit berkomunikasi. Situasi tersebut diketahui disebabkan oleh aksi kekerasan dan tekanan yang dilakukan sang ibu. SR diketahui kerap dianiaya dan dipaksa mengemis oleh ibu kandungnya.

Dituturkannya, ayah SR selama ini tak mengetahui anak ketiganya dipaksa mengemis oleh istrinya. "Ini anak awal-awalnya diam, tidak mau bicara karena takut sama ibunya. Karena memang ibunya ini keras dan suka memukul. Ia selalu ingat bapaknya karena bapaknya tidak pernah pukul anaknya. Bapaknya tidak tahu kalau mengemis anaknya," pungkasnya.

Makmur menuturkan murid SD kelas tiga ini bahkan didesak untuk mencari kebutuhan hidup bersama kakak laki-lakinya berinisial DD. Mereka ditarget oleh ibunya untuk mendapatkan uang dengan jumlah variatif antara Rp40 ribu hingga Rp100 ribu per harinya.



(tyk)

loading...
Berita Terkait
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook