alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Isu Pungli Surat Kapal, Syahbandar Maccini Baji Sebut Ada Broker

Muhammad Subhan
Isu Pungli Surat Kapal, Syahbandar Maccini Baji Sebut Ada Broker
Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) kelas II Maccini Baji atau Syahbandar Maccini Baji mengatakan dalam semua proses penerbitan surat kapal tidak dikenakan biaya. Foto : SINDOnews/Doc

PANGKEP - Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) kelas II Maccini Baji atau Syahbandar Maccini Baji angkat bicara terkait isu pungli yang disebut terjadi di lembaga tersebut. Menurut Kepala UPP Maccini Baji, Steady Lantang, dalam semua proses penerbitan surat kapal tidak dikenakan biaya. 

Kata Dia, sesuai PP 15 tahun 2016 dalam penerbitan surat kapal termasuk biaya ukur dikenakan biaya sesuai dengan ukuran grosston kapal. Steady menegaskan pihaknya tidak pernah meminta kepada nelayan atau pemilik kapal mengeluarkan uang sepanjang proses penerbitannya sesuai dengan aturan.

"Aturannya kapal harus dibawa kesini, diukur disini dengan membawa surat pengantar dari desanya. Kalau seperti itu, pagi mereka ajukan sore jadi suratnya," terang Steady di kantornya, Selasa (10/12/2019).



Ia menjelaskan munculnya biaya dalam proses penerbitan surat kapal bagi pemilik kapal yang ingin kapalnya diukur dipulaunya. Menurutnya, beban biaya petugas yang hendak melakukan pengukuran dan verifikasi kapal dibebankan kepada pemilik kapal.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh sejumlah oknum luar menjadi calo. Dari laporan masyarakat, tak jarang pemilik kapal menyetor hingga Rp10 juta untuk penerbitannya.

"Ada broker yang bermain, mereka itu yang katanya mengurus surat kapal dengan meminta uang kepada pemilik kapal. Saya sendiri menandatangani surat kapal tanpa pembayaran apa-apa," ujarnya.

"Saya sendiri akan mencari tahu siapa yang membantu broker, pasti ada sanksi tegas untuk itu. Saya akan nonaktifkan dari jabatannya," ucap Steady.

Dugaan adanya calo dalam pengurusan surat-surat kapal dibenarkan oleh Kepala Desa Mattiro Walie, Nursyam. Menurutnya, dari pengakuan warganya yang sudah mengurus surat kapal, mereka dimintai uang jutaan rupiah.

"Ada pemilik kapal di pulauku yang membayar jutaan waktu mengurus. Katanya lewat seseorang," ucapnya.

Untuk itu kedepan, Nursyam mengatakan, dalam mengurus surat-surat kapal warganya datang sendiri ke kantor UPP Maccini Baji.



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook