alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Berada di Area Sesar Matano, PT Vale Kembali Gelar Simulasi RTD

Suwarny Dammar
Berada di Area Sesar Matano, PT Vale Kembali Gelar Simulasi RTD
PT Vale dan BPBD Lutim menggelar Simulasi RTD sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana. Foto: Istimewa

SOROWAKO - PT Vale dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Timur (Lutim) menggelar simulasi Rencana Tindak Darurat (RTD) Bendungan Seri Sungai Larona pada 9-11 Desember 2019. Puncak simulasi akan dilaksanakan Rabu (11/12/2019) besok. Simulasi ini sendiri dilaksanakan sebagai bentuk kesiapsiagaan perusahaan mengingat wilayah operasinya berada di area patahan (sesar) Matano yang aktif.

Sulawesi diketahui dikelilingi sesar aktif yang pergeserannya memberi dampak berupa gempa bumi, baik skala kecil hingga gempa bermagnitudo besar. Salah satu sesar aktif tersebut adalah Sesar Matano yang memanjang dari barat laut hingga tenggara, melewati Kabupaten Lutim. Data BMKG menginformasikan bahwa di sepanjang 2019 sudah terjadi sekitar 40 gempa di Sesar Matano.

Dalam simulasi kali ini, sebagai persiapan sudah dilakukan beberapa kegiatan awal seperti diskusi Table Top Drill pada 5 Desember. Selanjutnya, digelar pelatihan penyelamatan oleh tim Fire & Emergency Services PT Vale dan BPBD Lutim pada 9 Desember dan gladi bersih simulasi RTD pada 10 Desember 2019.



“Beberapa tahun ini PT Vale berkoordinasi dengan Pemda Lutim, BPBD dan stakeholder terkait untuk menyelenggarakan simulasi secara berkala," kata Gunawardana selaku Direktur External Relations & Corporate Affairs PT Vale, dalam keterangan persnya kepada SINDOnews.

Melalui simulasi ini, Gunawardana berharap semua pihak dapat meningkatkan kewaspadaan dan memberi edukasi mengenai kejadian bencana. "Semoga juga bisa semakin meningkatkan kemampuan semua pihak, baik PT Vale, pemerintah, pihak terkait dan warga untuk melakukan penanganan bencana dan tindak darurat yang tepat,” terang dia.

Skenario pada simulasi RTD kali ini adalah kegagalan tiga PLTA di Lutim sebagai dampak atas gempa bumi. Warga dari sembilan dusun yang ada di enam desa di Kecamatan Malili dilibatkan dalam simulasi tersebut. Lapangan Merdeka ditetapkan sebagai Posko Komando, Posko Kesehatan, sekaligus titik evakuasi warga.

Puncak simulasi akan dimulai pukul 08.00 WITA. Pihak-pihak yang dilibatkan dalam simulasi Rencana Tindak Darurat adalah TNI, Polri, Dinas Sosial, SAR, Pemerintah Desa, dan para relawan.

Kegiatan ini sendiri merupakan lanjutan dari RTD Bendungan Seri Sungai Larona yang telah diadakan PT Vale pada Desember 2018. Simulasi yang pertama diikuti warga lima dusun di Desa Wewangriu dan Kelurahan Malili. Simulasi RTD merupakan bagian dari ketentuan yang diatur dalam Dokumen Panduan RTD Bendungan Seri Sungai Larona yang telah disetujui dan ditandatangani PT Vale, Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWS-PJ), dan Pemkab Lutim pada Juli 2017.

PT Vale diketahui sudah mengantongi izin operasi berdasarkan rekomendasi Komisi Keamanan Bendungan sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 72/PRT/1997 tentang Keamanan Bendungan, serta dilengkapi sejumlah dokumen perizinan. Sebagai antisipasi terjadinya keadaan darurat, PT Vale melakukan studi dan konsultasi penerapan RTD.

Perusahaan melakukan inspeksi rutin terhadap ketiga bendungan sesuai standar yang diatur oleh regulasi. Bendungan Vale berada dalam pantauan Komisi Bendungan. PT Vale juga telah mengantisipasi kondisi darurat banjir dengan memasang sistem peringatan banjir yang disebut Flood Warning System (FWS).



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook