alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Penyerapan Anggaran Pemkab Maros Capai Rp1,02 Triliun

Najmi Limonu
Penyerapan Anggaran Pemkab Maros Capai Rp1,02 Triliun
Penyerapan anggaran di Kabupaten Maros sudah mencapai Rp1,02 triliun. Foto: Sindonews/Ilustrasi

MAROS - Dua pekan menuju akhir tahun 2019, serapan anggaran pemerintah daerah kabupaten Maros baru mencapai 84, 67 persen, atau sekitar Rp1,02 triliun. Data ini berdasarkan informasi dari Kepala Badan Keuangan dan Pendapatan Daerah kabupaten Maros, Sam Sophian.

Menurutnya, penyerapan ini dibagi atas anggaran belanja langsung dan belanja tidak langsung. Untuk belanja tidak langsung, tingkat penyerapannya mencapai 98,3 persen atau sekitar Rp652 miliar dari anggaran yang disediakan sebesar Rp700 juta. Anggaran ini termasuk Gaji, insentif, tukin, bansos, dana hibah dan dana desa.

"Totalnya mencapai Rp700 miliar. Namun yang terealisasi hingga saat ini mencapai 98,3 persen," jelasnya.



Sementara itu belanja langsung capaian hingga akhir november serapanya sekitar 43,62 persen atau sekitar Rp339 miliar dari Rp778 miliar. Jumlah ini terdiri dari jumlah belanja pegawai Rp6,1 miiar dari total Rp8,5 miliar. Untuk belanja modal sekitar Rp141 miliar dari Rp452 miliar. Serapan anggaran infrastruktur baru terealisasi sekitar Rp184 miliar atau sekitar 75,73 persen dari anggaran Rp243 miliar.

Diakui mantan Kadis Peternakan ini, serapan anggaran untuk barang dan jasa juga masih minim. Hanya mencapai Rp149 miliar dari target Rp266 miliar atau sekitar 56 persen.

"Memang ada beberapa yang penyerapan anggarannya masih sangat minim. Hal itu dikarenakan laporan pertanggungjawabannya juga masih minim. Bisa jadi nanti akan bisa melonjak diakhir masa pencairan di bulan ini. Utamanya kontraktor, dan lambatnya pengurusan pencairan dari bendahara masing-masing SKPD," bebernya.

Ditemui terpisah Ketua DPRD Maros HA Patarai Amir berharap, meski belanja modal hingga saat ini belum terserap maksimal, dia berharap semuanya dapat terserap hinggal akhir tahun. Dia sangat memahami capaian saat ini belum maksimal karena proses pencairan masih berlangsung.

"Kita sangat berharap serapan anggaran bisa maksimal sebelum tutup jurnal. Karena memang sepengatahuan kami, ada beberapa SKPD yang masih disibukkan dengan penyerapan anggaran hingga pertengahan bulan ini, seperti Dinas PU, penyetoran laporannya dilaksanakan diakhir bulan," ujarnya.

Patarai mengingatkan, jika penyerapan anggaran ini tidak maksimal, maka yang akan dirugikan adalah masyarakat Maros.

"Karena setiap program itu sudah jelas peruntukannya, dan tidak berjalan maksimal itu sama saja merugikan masyarakat. Tak hanya itu, hal ini juga akan berdampak pada lambatnya proses lelang pengerjaan infrastruktur di tahun mendatang," tutupnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook