alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Mahasiswa Bertanya Soal Isu Pungli Nelayan, Ini Jawaban UPP Maccini Baji

Muhammad Subhan
Mahasiswa Bertanya Soal Isu Pungli Nelayan, Ini Jawaban UPP Maccini Baji
Mahasiswa Anti Korupsi datang kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Maccini Baji untuk mempertanyakan isu pungli. Foto : Ilustrasi

PANGKEP - Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi mendatangi kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Maccini Baji, Jumat (13/12/2019). Kedatangan mereka untuk mempertanyakan isu pungli pengurusan dokumen kapal kepada pihak UPP Maccini Baji.

Koordinator Mahasiswa, Junaedi mengatakan, mereka mendapat informasi soal permintaan uang kepada salah seorang nelayan sebesar Rp2,5 juta dari media sosial.

"Kedatangan kami meminta klarifikasi sejauh mana kebenaran berita itu kami tidak menginginkan ada pungli dalam pengurusan dokumen kapal," kata Junaedi.



Menanggapi hal itu, petugas Pengadministrasian Keberangkatan dan Kedatangan Kapal UPP Maccini Baji Wahyu membantah. Ia menjelaskan isu tersebut berawal saat ia melakukan kunker ke Pulau Kembang Lemari, Kecamatan Liukang Tangaya pada Juni silam.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pengukuran kapal sejumlah warga. Menurut Wahyu, sesuai PP 15 tentang PNBP, jika pemilik membawa kapalnya ke Dermaga Maccini Baji biaya yang harus dibayar sebesar Rp300 ribu. Namun jika petugas yang datang ke lokasi, maka pemilik kapal harus menanggung biaya transportasi dan akomodasi petugas.

"Dimana punglinya, jangankan bayar bayar transportasi dan akomodasi kami, bayar PNBP saja, mereka belum bayar," ketus Wahyu.

Wahyu menegaskan pihaknya tak pernah meminta uang lebih kepada pemilik kapal. "Kami hanya bertemu pemilik kapal, makanya heran kalau ada nahkoda yang mengaku dimintai uang sampai Rp2,5 juta," tambah Dia.

"Atau kalau kita diminta ke sana segala bentuk biaya transportasi akomodasi dll ditanggung wajib bayar dalam hal ini pemilik kapal," pungkasnya.



(sss)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook