alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Program 'Jangan Biarkan Rakyatku Bodoh' Belum Sentuh Pelosok

Joni Lembang
Program Jangan Biarkan Rakyatku Bodoh Belum Sentuh Pelosok
Program Jangan Biarkan Rakyatku Bodoh belum menyentuh pelosok Kabupaten Tana Toraja. Foto/Ilustrasi/KORAN SINDO

MAKALE - Program 'Jangan Biarkan Rakyatku Bodoh' dari Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae, belum dirasakan manfaatnya secara maksimal oleh masyarakat di pelosok alias daerah terpencil. Buktinya, masih ada sekolah yang kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Toraja.

Salah satunya yakni sekolah PAUD di Kecamatan Masanda yang dikelola Agustina. Ia berharap pemerintah daerah tidak menutup mata terkait upaya meningkatan kualitas pendidikan di pelosok. Toh, program 'Jangan Biarkan Rakyatku Bodoh' sejatinya berfokus pada sektor pendidikan.

Program ini merupakan satu dari tiga pilar pembangunan yang dicanangkan Bupati Nicodemus di Tana Toraja. "Selama ini, perhatian pemerintah terhadap sekolah PAUD di Kecamatan Masanda tidak ada," keluh Agustina kepada legislator Tana Toraja yang menggelar reses ke Kecamatan Masanda, Jumat (13/12/2019).



"Belum ada sama sekali bantuan dari Pemkab Tana Toraja kepada sekolah PAUD yang kami kelola," Agustina kecewa.

Ia bercerita sekolah PAUD yang dikelolanya bukanlah sekolah baru, tapi sudah dirintisnya sejak 2011. Diakuinya sekolah ini berada di pelosok, tepatnya di perbatasan Kabupaten Tana Toraja dengan Kabupaten Mamasa yang sudah masuk wilayah Sulbar.

Kata Agustina, keputusan mendirikan sekolah PAUD di pelosok bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Keberadaan PAUD diharapkan mampu membuat anak di daerah terpencil tidak ketinggalan dan bisa lebih siap sebelum masuk sekolah formal.

Selama ini, Agustina mengaku berjibaku guna mengumpulkan uang demi membayar sewa lokasi sekolah PAUD . Kata dia, tak pernah ada bantuan signifikan dari pemerintah, Yang diingatnya pernah ada bantuan pemerintah desa sebesar Rp400.000 yang hanya cukup membayar honor pengajar.

"Kami berharap ada perhatian dari Pemkab Tana Toraja terhadap sekolah PAUD. Kami pun siap menghibahkan tanah ke pemerintah untuk bangun gedung sekolah PAUD," katanya.

Ketua DPRD Tana Toraja, Welem Sambolangi, yang turut melakukan reses di Kecamatan Masanda mengungkapkan dana pengembangan PAUD sebenarnya cukup besar. Tahun depan, ada anggaran untuk pengembangan PAUD yang nominalnya mencapai Rp4 miliar.

Menurut Welem, meski ada anggaran, tapi pencairan bantuan tersebut memiliki persyaratan yang harus dipenuhi. Salah satunya yakni jumlah murid pada sekolah PAUD minimal 12 anak. Terkait keluhan Agustina, ia mengaku telah meminta camat setempat untuk melakukan identifikasi jumlah sekolah PAUD.

"Saya minta kepada Camat Masanda agar segera masukkan data terkait jumlah PAUD yang beroperasi di wilayahnya. Termasuk jumlah murid dan pengajar tiap PAUD. Selanjutnya, ya silahkan ajukan usulan bantuan ke pemerintah. Kalau PAUD itu memenuhi syarat untuk dapat bantuan, DPRD siap memperjuangkan," tandasnya.



(tyk)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook