alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Polisi Segera Tetapkan Tersangka Kasus Bentrok di Unismuh Makassar

Faisal Mustafa
Polisi Segera Tetapkan Tersangka Kasus Bentrok di Unismuh Makassar
Penyidik Polrestabes Makassar masih memeriksa intensif 14 mahasiswa yang diduga terlibat bentrokan di Kampus Unismuh Makassar. Foto/SINDOnews/Faisal Mustafa

MAKASSAR - Kepolisian segera menetapkan tersangka dalam kasus bentrokan antara sesama mahasiswa di Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Jalan Alauddin, Kecamatan Rappocini. Hingga kini, 14 mahasiswa yang ditengarai terlibat bentrokan masih menjalani pemeriksaan intensif.

Penetapan tersangka ditengarai tidak jauh dari belasan mahasiswa yang diamankan tersebut. Musababnya, mereka kedapatan membawa senjata tajam. Dalam bentrok yang terjadi Rabu (11/12/2019) lalu itu, mahasiswa memang saling serang menggunakan senjata tajam, balok kayu dan batu.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono, tidak menampik bahwa bakal ada penetapan tersangka mengingat ada pelaku yang membawa senjata tajam. Meski demikian, pihaknya masih ingin mendalami lagi keterangan 14 mahasiswa yang tawuran hingga larut malam tersebut.



“Belum (ada tersangka) masih diperiksa. Betul tetap ada (yang jadi tersangka), kan ada yang membawa senjata (tajam),” kata Yudhiawan kepada SINDOnews, Jumat (13/12/2019).

Lebih jauh, Yudhiawan mengungkapkan saat ini penyidik memang masih mendalami peran ke-14 orang yang diamankan. Terlebih, ada beberapa di antaranya yang bukan berstatus mahasiswa Unismuh Makassar.

Menurut Yudhiawan, terduga pelaku yang kedapatan membawa senjata tajam terancam hukuman berat. "Kan gak boleh bawa senjata di jalan, itu sudah ada regulasinya yakni Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” tegas dia.

Bentrokan mahasiswa di Kampus Unismuh Makassar ditengarai dipicu dari suksesi Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Perpajakan. Terdapat dua calon dari dua daerah berbeda yang bersaing dan berujung pada aksi saling serang.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook