alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Organisasi Perangkat Daerah di Sulsel Diwajibkan Bikin Inovasi

Syachrul Arsyad
Organisasi Perangkat Daerah di Sulsel Diwajibkan Bikin Inovasi
Tiap OPD lingkup Pemprov Sulsel diwajibkan melahirkan inovasi demi akselerasi kemajuan dan pembangunan daerah. Foto/Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Pemprov Sulsel mendorong setiap organisasi perangkat daerah (OPD) bisa berkompetisi dalam menghasilkan inovasi yang nampu mendorong peningkatan pelayanan publik.

Ketua Tim Akselerasi Reformasi Birokrasi Provinsi Sulsel, Sangkala, mengaku inovasi merupakan tuntutan dari masyarakat agar mendapatkan pelayanan yang terbaik dari pemerintah. Menurutnya, selama ini, tiap OPD memang sudah melakukan hal itu, namun belum optimal.

Dia mengaku, inovasi yang dihasilkan dari tiap OPD Pemprov Sulsel belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. "Di provinsi masih lambat. Dan ini akan menjadi perhatian nanti dan menjadi bagian dari evaluasi kinerja oleh gubernur bagainana mensiasati," tegasnya.



Dilanjutkan, untuk mendorong kompetisi antar OPD dalam menghasilkan inovasi, akan dituangkan dalam sebuah regulasi. Surat edaran akan diterbitkan, tiap OPD diwajibkan harus memiliki minimal satu inovasi untuk pelayanan publik. Ini akan jadi evaluasi Gubernur Sulsel.

“Ini sedang menyusun surat edaran bahwa setiap kepala OPD wajib satu inovasinya. one agency, one innovation. Dalam waktu dekat akan tetapkan dalam sebuah kebijakan yang wajib bagi semua kepala OPD," tegas dia.

Hal ini dikatakannya sejalan dengan dengan visi dan misi Pemprov Sulsel dibawah kepemimpinan Gubernur-Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman. Yakni, mewujudkan Sulsel yang inovatif, produktif, kompetitif, inklusif dan berkarakter.

Diapun berharap inovasi ini tidak hanya menjadi kompetisi semata. Namun harus dijadikan menjadi budaya kerja. "Inovasi ini juga menjadi bagian akselerasi reformasi birokrasi dan pelayanan publik. Termasuk kedepannya akan dilakukan untuk penataan ASN," sebutnya.

Sementara Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, menegaskan inovasi menjadi tolak ukur prestasi sebuah pejabat di suatu OPD. Termasuk menjadi pertimbangannya dalam mengevaluasi kinerja dan penempatan posisi jabatan.

“Pertama, dia mau sinergi nggak. Kedua, transparansi, ketiga inovasi. Dia harus punya inovasi. Inovasi dalam artian dia selalu bikin perubahan-perubahan menuju perbaikan," tandas Nurdin yang ditemui di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, belum lama ini.

Nurdin menuturkan, pada 2020 mendatang para kepala OPD memang perlu kerja keras. Apalagi kedepan akan dijalankan struktur OPD yang baru. Orang yang akan mengisi posisi jabatan ini tengah digodok dan dilakukan penilaian kinerja.

Para pejabat yang dari hasil evaluasi kinerjanya baik, akan dipertahankan. Namun bagi mereka yang tidak menunjukkan hasil yang buruk, berpotensi akan dinonjobkan dari jabatannya dan diganti dengan pejabat yang berkompeten.

“Yang bagus ngapain harus nonjob, rugi loh pemerintah. Yang bagus ya, tapi yang main-main ya harus (dinonjobkan). Kan sekarang dalam proses (evaluasi), kita lihat siapa yang prestasi, yang tidak prestasi. Karena gini, orang yang bagus ditempatkan kita jadi ringan kerjanya," jelas Nurdin.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook