alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Hamzah Haruna, Pelari Ratusan Kilometer Tanpa Sepatu

Marhawanti Sehe
Hamzah Haruna, Pelari Ratusan Kilometer Tanpa Sepatu
Hamzah Haruna atau akrab disapa Ancha kini menjadi pelari yang iconik dari Makassar. Karena berbeda dengan pelari pada umumnya, Ancha bisa berlari ratusan kilometer tanpa menggunakan sepatu atau alas kaki. Foto : Istimewa

MAKASSAR - Hamzah Haruna atau akrab disapa Ancha kini menjadi pelari yang iconik dari Makassar. Karena berbeda dengan pelari pada umumnya, Ancha bisa berlari ratusan kilometer tanpa menggunakan sepatu atau alas kaki.

Hal itu diakui Ancha ketika dihubungi SINDOnews, Senin (16/12/2019) siang. Dia menjelaskan telah menggeluti olahraga lari sejak tahun 2013 dan bergabung sebagai anggota dari Indorunners Makassar atau Jukueja Runners.

"Saya mulai berlari tanpa alas kaki di tahun 2015, awalnya hanya coba-coba saja tapi keterusan sampai sekarang. Saya tetap memegang prinsip olahraga lari itu murah, tanpa bersepatu pun bisa. Selain itu, berlari tanpa alas kaki sudah menjadi pilihan saya pribadi," kata Ancha.



Dia mengatakan sejak kecil memang sudah senang dengan olahraga, dan sekitar akhir tahun 2013 aktif menggeluti hobi lari dan ikut bergabung dengan komunitas Indorunners Makassar dan tertular virus berlari sampai sekarang.

"Ikut event lari hanya untuk menyalurkan hobi berlari dan bersenang-senang saja. Istilahnya pelari hobi," katanya.

Tidak tanggung-tanggung, sejak tahun 2013 dia telah mengikuti hampir puluhan event olahraga lari, baik dalam kota Makassar, wilayah Sulsel, kota lainnya di Indonesia yang bertaraf nasional hingga event lari di luar negeri yang bertaraf internasional.

Masing-masing jarak lari yang ditempuhnya mulai dari 10km hingga 169km. Event tersebut diantaranya Maybank Bali Marathon 2014, Standard Chartered Kuala Lumpur Marathon 2014, Blackomores Sydney Running Festival Marathon 2016, NusantaRun Chapter 4 Cirebon-Purwokerto 2016, Standard Chartered Hongkong Marathon 2017, NusantaRun Chapter 5 Purwokerto-Dieng 2017 serta puluhan event lari lainnya.

"Sudah mengikuti puluhan event lari. Selama aktif berlari dari jarak terpendek 10km sampai event lari ultramarathon yang terjauh 169km. Jarak terjauh tanpa sepatu 169 km di event charity NusantaRun (dari Wonosobo ke Gunungkidul)," jelas Ancha.

Menurut dia yang kini sehari-hari berlari tanpa sepatu atau alas kaki sejak tahun 2015, tidak ada perbedaan baik saat berlari menggunakan sepatu ataupun saat tanpa sepatu. Hal itu tergantung dari pilihan pribadi para pelari masing-masing.

"Bagi saya tidak ada bedanya, sama-sama cape, sama-sama juga sakit kakinya kalau sudah berlari jarak jauh. Tapi kembali ke pilihan masing-masing saja. Kalau saya tanpa sepatu merasa ya ini diri saya, ini gaya berlari saya," ujarnya.

Meski awalnya, rekan pelari dan keluarga menyarankan agar Ancha menggunakan alas kaki atau sepatu saat berlari ultramarathon yakni diatas 50km, tapi dia memberikan pemahaman bahwa berlari tanpa alas kaki adalah adalah dirinya.

"Tapi ya mau bgm lagi saya yang milih begini, jadi semua mendukung dan mensupport saya dari teman-teman lari dan keluarga. Sepenuhnya mendukung," katanya.

Selain dikenal sebagai pelari tanpa alas kaki, Ancha juga dikenal sebagai pelari kerap membawa bendera merah putih atau mengenakan pakaian adat saat berlari ratusan kilometer.

"Kalau untuk baju adat, lebih ke ikonik memperkenalkan salah satu kekayaan budaya bangsa. Kalau membawa bendera lebih ke penyampaian pesan sih, kalau saya ini Indonesia, Indonesia selalu punya cara untuk berbangga diri dimana dan kemanapun saya berlari," katanya.

Ancha juga mengaku dua tahun belakangan ini tengah aktif berlari untuk event sosial atau charity sebagai upaya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan.

Khusus saat ini hingga awal tahun 2020 mendatang, Ancha mengaku dalam tahap penggalangan dana di event NusantaRun Chapter 7. "Misi tahun ini untuk membantu murid-murid disabilitas agar memperoleh pendidikan yang lebih baik dan pengembangan potensi atlet disabilitas," tutup dia.



(sss)

loading...
Berita Terkait
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook