alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bakal Calon Wali Kota Makassar Harus Fokus Satu Jalur Pendaftaran

Muhaimin Sunusi
Bakal Calon Wali Kota Makassar Harus Fokus Satu Jalur Pendaftaran
KPU Kota Makassar menggelar agenda bimbingan teknis pencalonan dan penggunaan aplikasi sistem informasi pencalonan (Silon) di Hotel Santika Makassar, Rabu (18/12/2019). Foto: Sindonews/Muhaimin Sanusi

MAKASSAR - Bakal Calon Kandidat yang akan bertarung di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2020, harus fokus pada satu jalur pendaftaran di KPU.

Komisioner Deviasi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Makassar, Gunawan Mashar meminta kepada para kandidat untuk fokus di satu jalur saja. Jangan ingin bermain dua kaki yakni jalur perseorangan dan jalur parpol.

"Regulasi PKPU 3 memang sudah mengatur bahwa bagi calon yang ingin maju di jalur perseorangan, fokus di perseorangan saja. Karena ada aturan di pasal 34 menyebut, bahwa bagi calon perseorangan yang dukungannya sudah masuk verifikasi administrasi, itu berarti calon perseorangan itu tidak bisa lagi diusung partai politik. Sehingga dia harus konsen di perseorangan," kata Gunawan saat ditemui di Hotel Santika Makassar, Rabu (18/12/2019).



Menurut Gunawan, kandidat yang mau melalui jalur perseorangan, fokus mengumpulkan dukungan atau KTP saja. Tidak perlu lagi membuang-buang waktu atau memecah fokus untuk mengejar rekomendasi parpol.

"Saya lihat memang, aturan ini ada. (Tujuannya) lebih kepada supaya calon memang fokus. Harus memilih jika ingin maju di perseorangan, di situ saja," kata Gunawan menekankan kembali.

Dia menjelaskan, jika kandidat telah menyetor dukungan ke KPU di jalur perseorangan, maka itu pertanda calon tersebut tak bisa lagi maju di jalur parpol. Artinya, ruang baginya maju di jalur parpol sudah tertutup.

"Saat masuk verifikasi administrasi, itu berarti si calon tidak memungkinkan lagi maju di jalur parpol. Jika memang dia tidak lolos verifikasi, ya tidak bisa lagi dia maju," tandasnya.

Olehnya itu, Gunawan mengimbau agar kandidat yang maju di jalur perseorangan, sedianya mengumpulkan dukungan sebanyak-banyaknya. Jangan sampai calon tersebut tak lolos verifikasi dukungan, juga tak mendapat parpol. Sehingga tidak jadi bertarung di Pilwalkot Makassar 2020.

Apalagi lanjut dia, jumlah dukungan yang diganti jika tak lolos verifikasi harus dua kali lipat.

"Kalau satu dukungan batal, maka harus diganti dua kali lipat. Misalnya 2000 batal, maka harus diganti 4000. Itu konsekuensi maju jalur perseorangan," tandasnya.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook