alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Penetapan Tersangka Korupsi Seragam Olahraga ASN Tator Tunggu Audit

Faisal Mustafa
Penetapan Tersangka Korupsi Seragam Olahraga ASN Tator Tunggu Audit
Polda Sulsel belum menetapkan tersangka dugaan korupsi Seragam Olahraga ASN Tana Toraja karena masih menunggu audit BPKP. Foto: Sindonews/Ilustarasi

MAKASSAR - Penyidik Subdit III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel, belum menetapkan satu tersangka pada kasus dugaan korupsi pengadaan seragam olahraga untuk pegawai lingkup Pemerintah Kabupaten Tana Toraja (Tator).

Direktur Ditreskrimsus Polda Sulsel Kombes Pol Agustinus Berlian Pangaribuan menyatakan, untuk menetapkan tersangka pihaknya masih menunggu hasil laporan perhitungan kerugian negara (PKN) dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan cabang Sulawesi Selatan (BPKP Sulsel).

"Untuk yang kasus Tana Toraja itu belum ada tersangkanya. Masih dilakukan perhitungan kerugian negaranya. Sabar yah," kata Agustinus melalui sambungan telepon, Minggu (22/12/2019).



Sebelumnya Direktur Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, Abdul Kadir Wokanubun menilai menaikkan status hukum sebuah kasus adalah hal yang biasa, seharusnya polisi sudah harus menyiapkan hasil audit kerugian negara sebelum menaikkan status proses hukum.

"Menurut saya sekedar naik status ke penyidikan namun tanpa tersangka merupakan hal biasa saja, saya menilai ini merupakan ketidak siapkan polisi dalam penuntasan kasus ini. Kalaupun polisi serius harusnya sejak awal sudah menyiapkan hasil audit sebelum menaikkan statusnya ke penyidikan," pungkasnya belum lama ini.

Diketahui penyidik dalam kasus ini sudah ada 350 orang saksi yang diperiksa dari Aparat Sipil Negara (ASN) Pemerintah Daerah Tana Toraja (Pemda Tana Toraja) baik di tahap penyelidikan hingga ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Proyek pengadaan baju olahraga untuk ASN lingkup Pemda Tana Toraja telah menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tana Toraja tahun anggaran 2016-2017 senilai Rp3 miliar lebih.

Dalam pelaksanaannya, pengadaan baju olahraga tersebut diduga ada pengurangan kualitas sehingga terjadi mark up anggaran.

Dari dugaan pelanggaran yang dimaksud, Ditreskrimsus Polda Sulsel pun melakukan penyelidikan hingga dalam perjalanannya ditemukan peristiwa pidana yang telah didukung alat bukti permulaan yang cukup.

Usai dilakukan gelar perkara oleh penyidik kemudian resmi meningkatkan status kasus tersebut ke tahap penyidikan setelah melalui proses gelar perkara. Karena dinilai ada perbuatan melawan hukum.

Diawal kasus ini sendiri petugas telah memeriksa maraton para ASN di Ruang Pola Kantor Bupati Tana Toraja, Jalan Pongtiku kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Selasa 8 November lalu.
Para ASN diperiksa maraton dengan membawa bungkusan seragam olahraga yang terdiri dari baju, celana training kepada penyidik.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook