alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Catut Kredivo, 4 Penipu Pinjaman Online di Sulsel Ditangkap

iNews.id
Catut Kredivo, 4 Penipu Pinjaman Online di Sulsel Ditangkap
Bareskrim Polri meringkus empat penipu pinjaman online yang mencatut Kredivo di Sulsel. Foto/Ilustrasi

JAKARTA - Bareskrim Polri membongkar kasus sindikat penipuan pinjaman online dan akses ilegal di Sulsel. Empat pelaku dari tiga kabupaten/kota berbeda di Sulsel berhasil diringkus. Dalam aksinya, mereka mencatut sebuah perusahaan yakni Kredivo.

Para pelaku melancarkan aksi penipuan pinjaman online dengan berbagai modus. Di antaranya yakni investasi ringgit, jual beli daring, jual beli alat-alat elektronik, jual beli alat musik dan jual beli garmen.

“Kasus ini terungkap setelah PT Finaccel Digital Indonesia (Kredivo) yang menjadi korban kasus ini melapor ke polisi,” kata Kasubdit II Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Pol Rickynaldo Chairul, di Mabes Polri, Senin (23/12/2019).



Setelah melakukan rangkaian penyelidikan, polisi akhirnya berhasil menangkap para pelaku di Parepare, Wajo dan Sidrap pada 7 Desember lalu. Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka. Masing-masing yakni AR alias Ambo (28), San (25), Her (34) dan Tfk (32).

Keempatnya memiliki peran berbeda dalam melakukan penipuan pinjaman online. Ambo bertugas membuat SMS blasting. San berperan sebagai bendahara alias mengumpulkan uang hasil kejahatan. Adapun Her dan Tfk perannya sebagai pemasar yakni berkomunikasi dengan korban untuk meyakinkan korban.

Dalam aksinya, sindikat ini mengirimkan SMS blast berisi tawaran penambahan limit pinjaman dengan mengatasnamakan Kredivo kepada para nasabah Kredivo. Selanjutnya pelaku meminta username dan password nasabah Kredivo.

Setelah mendapatkan username dan password, akun milik korban kemudian diambil alih pelaku dan digunakan untuk melakukan pembelian di beberapa market place secara daring.

"Kredivo dirugikan karena pembelian itu tidak dibayarkan oleh pemilik akun yang sebenarnya dikarenakan pemilik akun asli merasa tidak pernah melakukan transaksi itu," kata Rickynaldo.

Dalam kasus ini, Kredivo mengalami kerugian hingga Rp500 juta. Motif para pelaku melakukan aksinya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

Sejumlah barang bukti yang disita dalam kasus ini antara lain 13 ponsel, enam laptop, lima port usb, 94 modem berisi nomor ponsel, 254 simcard berbagai provider, uang Rp4,5 juta, router merk Nokia, dua KTP dan lima kartu ATM debit.

"Dari keseluruhan barang bukti yang disita, aset mereka (pelaku) kurang lebih Rp100 juta," tandasnya.



(tyk)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook