alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

42 Narapidana di Sulsel Dapat Remisi Natal

Faisal Mustafa
42 Narapidana di Sulsel Dapat Remisi Natal
Lapas Klas 1 Makassar. Foto: SINDOnews/Maman Sukirman

MAKASSAR - Sebanyak 42 orang narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) se-Sulawesi Selatan (Selatan) mendapatkan remisi Natal dari Kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulsel. Salah satu di antaranya langsung bebas.

Mereka umumnya adalah warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang telah menjalani masa tahanan lebih dari enam bulan lamanya.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Sulsel, Taufiqurrakhman mengatakan, pemberian remisi sesuai keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor PAS 1446. PK.01.01.02 Tahun 2019 dan PAS 1447. PK.01.01.02 Tahun 2019 Tanggal 19 Desember 2019.



"Narapidana dan anak pidana yang mendapatkan remisi khusus hari raya Natal tahun 2019. Pemberian remisi ini tidak dibedakan atas jenis tindak pidana yang dilakukan, akan tetapi didasarkan pada perilaku mereka selama menjalani pidana," terangnya, Rabu (25/12/2019).

Menurutnya, pemberian remisi tersebut merupakan kewajiban hukum yang harus dilaksanakan sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan Pasal 14 ayat 1 Undang-undang yang menyebut, bahwa narapidana mempunyai hak mendapatkan remisi.

Dia melanjutkan, 42 orang yang mendapat remisi Natal merupakan hasil keputusan dari total 265 orang WBP yang sebelumnya diusulkan. Mereka berasal dari berbagai lapas di Sulsel.

Puluhan WPB ini dianggap memenuhi syarat remisi, di antaranya, berkelakuan baik, dibuktikan dengan tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun waktu enam bulan terakhir, terhitung tanggal pemberian remisi hingga dinyatakan telah mengikuti predikat untuk berkelakuan baik sepanjang menjalani masa penahanan.

Pemberian remisi didominasi oleh WBP yang sebelumnya terjerat dalam perkara narkotika. Sementara satu orang di antara 42 yang disetujui mendapat remisi, merupakan WBP kasus korupsi.

Taufiqurrahman melanjutkan, pemberian remisi juga berdasarkan Peturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 yang merupakan perubahan atas PP Nomor 28 Tahun 2006 jucnto PP Nomor 32 Tahun 1999 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan.

Pemberian remisi juga dianggap telah sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan program revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan.

“Oleh karena, itu peran serta jajaran pemasyarakatan dalam peningkatan kualitas hidup penghidupan dan kehidupan bagi warga binaan pemasyarakatan,” ujar Taufiqurrahman.

Taufiqurrahman menegaskan, khusus di Lapas Makassar ada 31 WBP yang mendapat remisi dari 51 orang yang diusulkan.

"Lapas Makassar yang terbanyak, sudah melalui proses pertimbangan dan memenuhi syarat," pungkasnya.



(man)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook