alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Natal dan Tahun Baru, Harga Telur di Makassar Merangkak Naik

Ashari Prawira Negara
Natal dan Tahun Baru, Harga Telur di Makassar Merangkak Naik
Harga telur di dua pasar di Makassar terpantu merangkak naik. Foto: SINDOnews/Ashari Prawira Negara

MAKASSAR - Memasuki momen Natal dan menjelang tahun baru 2020, pedagang di beberapa pasar di Makassar mengeluhkan kenaikan harga terhadap bahan pokok tertentu seperti telur ayam ras.

Di Pasar Pannampu misalnya, pedagang menyampaikan ada kenaikan harga telur yang cukup signifikan, bahkan lebih tinggi dibandingkan saat peringatan Maulid.

"Kan kalo kita pikirta maulid itu waktu pemakaian telur (banyak) toh, ternyata lebih mahal sekarang telur," ungkap salah seorang pedagang telur di Pasar Pannampu, Daeng Acang saat disambangi SINDOnews di tokonya, Rabu (25/12/2019).



Adapun kenaikan harga telur tersebut kata Acang berada pada kisaran Rp41 ribu hingga 43 ribu per rak. Harga itu naik dari sebelumnya yang hanya Rp37 ribu hingga Rp38 ribu per rak.

Acang menduga, penyebab kenaikan harga telur ini gara-gara produsen mengirim lebih banyak telur ke daerah lain ketimbang Makassar.

"Mungkin ini pengaruhnya karena dikirim ke tempat lain jadi naik harganya, dari Maulid hingga sekarang itu dalam seminggu tiga kali naik, artinya Rp3.000 1 minggu, kalau harga stabil itu di Sidrap (produsen) Rp35 ribu sampai Rp36 ribu, kalau sampai di sini mungkin Rp37 ribu dan sekarang harganya sudah Rp41 ribu per rak. Jadi intinya naik harga sekarang," tuturnya.

Di Pasar Terong Makassar, kondisi serupa juga terjadi. Harga telur satu rak naik ke harga Rp43 ribu. Itu disampaikan Haris, salah seorang pedagang telur di Pasar Terong Makasssar.

Haris menyebut, kenaikan harga telur tersebut berjenjang sejak beberapa waktu lalu. Di mana sebelumnya, kisaran harga normal telur Rp32 ribu hingga Rp35 ribu per rak kemudian naik menjadi Rp43 ribu.

"Memang ada kenaikan, pokoknya mahallah sampai lima ribuan kenaikannya dari sebelumnya Rp35 ribu atau Rp37 dan naik terus ini sampai sekarang jadi Rp43 ribu," katanya.

Haris menambahkan, kenaikan harga tersebut telah berlangsung sejak awal bulan Desember hingga momen Natal dan tahun baru. Kenaikan ini kata Haris, membuat pedagang kurang diuntungkan, karena harga yang meningkat tidak dibarengi dengan peningkatan pembeli.

"Penjualan juga tidak terlalu ji, tidak meningkatji, seandainya telur naik dan penjualan meningkat tidak jadi masalahji tapi tetapji segitu juga," keluhnya.

Haris menduga kenaikan tersebut dipicu oleh tingginya permintaan pedagang ke pihak produsen telur, terutama dari luar daerah sehingga menyebabkan kelangkaan di Makassar yang berdampak pada kenaikan harga.

"Peternak tidak jadi masalah, cuman pedagang ji toh kan pedagang banyak yang minta sehingga naik begitu, dia ke luar dikirim ke Kalimantan dan Irian kalo tidak dikirim pasti tidak naik harganya, tetapji," keluh Haris.



(man)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook