TOPIK TERPOPULER

Masyarakat Sulsel Diminta Sukseskan Program Pendataan Keluarga 2021

Ashari Prawira Negara
Masyarakat Sulsel Diminta Sukseskan Program Pendataan Keluarga 2021
Plt Gub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman Didampingi Kepala BKKBN Provinsi Sulsel Andi Ritamariani usai lakukan pendataan perdana langsung di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, Jalan Yusuf Daeng Ngawing (1/3/2021). Foto: Istimewa

MAKASSAR - Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengajak masyarakat untuk menyukseskan program nasional Pendataan Keluarga (PK) 2021 oleh BKKBN yang dimulai 1 April hingga 31 Mei mendatang.

Agenda tersebut dianggap sangat penting untuk mengetahui kondisi keluarga Indonesia utamanya di Sulsel sehingga kebijakan pemerintah dapat tepat sasaran. Baik kebijakan ekonomi hingga kesehatan.

"Kita mendukung pelaksanaan pendataan keluarga oleh BKKBN, pendataan keluarga penting dilaksanakan untuk mengetahui kondisi keluarga yang ada, baik itu dari segi kesehatan maupun ekonomi hingga keluarga yang berisiko stunting," ujarnya.

Dia juga berharap kegiatan itu dapat berjalan lancar. Masyarakat diminta ikut mendukung kegiatan tersebut dengan memberikan data yang valid kepada kader pendata.

Baca Juga: Siap-siap, BKKBN Lakukan Pendataan Keluarga Mulai 1 April



"Mengimbau agar seluruh masyarakat khususnya yang ada di Sulawesi Selatan untuk memberikan data yang jelas dan akurat kepada kader pendata yang datang sehingga proses pendataan dapat berjalan lancar dan menghasilkan informasi data yang benar, terutama yang berkaitan dengan ketahanan keluarga dan angka stunting di Sulawesi Selatan," pintanya.

Andi Sudirman diketahui menjadi orang pertama yang didata pada pelaksanaan Pendataan Keluarga (PK) tahun 2021 yang dimulai Kamis, (1/04/2021). BKKBN melakukan pendataan langsung di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel di Jalan Yusuf Daeng Ngawing.

Sementara Kepala BKKBN Sulsel, Andi Ritamariani mengatakan pendataan akan menyasar sebanyak 77,9 juta KK di seluruh Indonesia. Khusus di Sulsel ada sebanyak 2.340.658 KK.

“Khusus di Sulawesi Selatan, ditargetkan akan mendata sebanyak 2.340.658 KK dan tersebar di 24 Kabupaten/Kota dengan melibatkan 17.723 kader pendata yang akan datang dari rumah ke rumah. Mendata setiap keluarga yang ada dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan atau 3M untuk mencegah penularan Covid-19,” bebernya.

Baca Juga: BKKBN Usulkan Konsep Baru Percepat Atasi Stunting



(agn)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!