alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

KPU Gowa Kembalikan Dana Pemilu Sebesar Rp5 Miliar

Herni Amir
KPU Gowa Kembalikan Dana Pemilu Sebesar Rp5 Miliar
Ketua KPU Gowa Muhtar Muis (baju hitam) menghadiri Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Pemkab Gowa untuk dana pemilu belum lama ini. Foto: Istimewa

SUNGGUMINASA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gowa, mengembalikan dana hibah pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) yang rencananya digelar Juni mendatang sebesar Rp5 miliar.

Ketua KPU Gowa Muhtar Muis mengatakan, awalnya dana hibah yang diterima sebesar Rp60 miliar. Namun kini telah dilakukan penandatanganan adendum, sehingga KPU Gowa hanya menerima hibah Rp55 miliar.

"Memang ada pengurangan Rp5 miliar. Jadi kami kembalikan. Kalau memang tidak dibutuhkan tentu kami kembalikan," ungkapnya, Rabu (01/01/2020).



Menurut Muhtar, pengurangan dana operasional KPU dilakukan karena adanya perbedaan nilai honor penyelenggara adhoc antara yang diajukan oleh KPU RI ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan yang mendapat persetujuan dari Kemenkeu.

Saat pengajuan Rp60 miliar, KPU RI saat itu mengajukan besaran honor ppk sebesar Rp2.850.000. Namun belakangan, pengajuan KPU itu terkoreksi dan mendapat persetujuan hanya Rp2.200.000.

"Makanya kami kembalikan. Karena kan anggaran KPU itu 50% nya terserap untuk honor penyelenggara adhoc," jelasya.

Muhtar memastikan jika honor-honor yang kelak diterima oleh PPK dan PPS saat bertugas telah sesuai dan tidak akan menyalahi dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

Untuk PPK sendiri, KPU Gowa akan menerima 90 orang yang nantinya tersebar di 18 kecamatan yang ada di daerah berjuluk Butta Bersejarah itu. Pendaftaran akan dibuka pada 15 Januari 2020 mendatang dan pelantikan dilakukan pada 29 Februari.

Sementara itu, umtuk PPS akan dimulai pada 15 Februari mendatang. KPU Gowa akan merekrut 501 orang yang akan bertugas di 167 desa dan kelutahan nantinya.

Untuk honor PPS sendiri terjadi lonjakan hingga hampir 100%. Jika perhelatan pesta demokrasi kemarin PPS hanya menerima Rp550.000, maka pada Pilkada serentak 2020 mendatang naik menjadi Rp900.000.

"Intinya Gowa sudah mengalami kenaikan sesuai PMK dan dana yang ada akan kami gunakan sefektif dan seefisien mungkin," katanya.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, suksesnya pelaksanaan pilkada bergantung pada bagaimana penyelenggaraan itu berjalan dengan baik dan lancar serta sesuai dengan kaidah dan aturan yang ada.

Sebab, penyelenggaraan yang baik akan melahirkan proses pemilihan yang baik dan pemilihan yang baik akan menciptakan kepemimpinan yang baik, termasuk di Kabupaten Gowa.

"Dengan anggaran ini kita juga bisa meningkatkan pencegahan-pencegahan melalui sosialisasi agar tidak terjadi praktek-praktek penyelenggaraan yang tidak sesuai prosedur dan aturannya," tegasnya.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook