TOPIK TERPOPULER

Jelang Ramadan, Begini Tips Jaga Imun saat Berpuasa di Tengah Pandemi

Pradita Ananda
Jelang Ramadan, Begini Tips Jaga Imun saat Berpuasa di Tengah Pandemi
Pola makan yang bergizi dan seimbang salah satu cara menjaga imun tubuh saat berpuasa di tengah pandemi. Foto: Istimewa

JAKARTA - Bulan suci ramadan yang ditunggu-tunggu seluruh umat muslim di dunia semakin dekat. Menunaikan ibadah puasa adalah kewajiban. Hal tersebut cenderung sulit dilakukan, utamanya di tengah pandemi dimana menjaga imun tubuh juga merupakan sebuah keharusan.

Salah satu kunci utama tetap sehat dalam menjalankan ibadah puasa di tengah pandemi, ialah dengan menjalani pola hidup sehat. Bukan hanya terkait pola makan bergizi dan seimbang, tapi juga pola aktivitas lainnya. Mengingat di bulan puasa, ada perubahan pola aktivitas kita sehari-hari.

Tips pertama agar tetap sehat meski berpuasa di masa pandemi, seperti yang dituturkan Dr Ricky Alfaray, pertama ialah memperhatikan pola makan sahur dan berbuka. Dokter yang tengah menempuh studi lanjut di Jepang satu ini, mengingatkan untuk jangan sampai melewatkan makan sahur.

Baca Juga: Awali Diet DASH dengan Puasa untuk Hasil yang Maksimal

“Jangan sampai enggak sahur, jangan di-skip sahur itu. Dehidrasi itu bahaya loh, makanya selain banyak makan serat dan mengurangi lauk berminyak, saat sahur itu usahakan banyak minum air mineral. Tujuannya, agar saat siang hari waktu beraktivitas kita masih punya energi dan tidak dehidrasi,” papar Dr Ricky, dalam gelaran Simple Healthy Lifestyle for Family in New Era Berto ImunKu, Senin (5/4/2021).



Saat sahur dan berbuka, Dokter Ricky menyarankan untuk membatasi asupan gula, garam, dan lemak. Terutama pada orang-orang yang mempunyai faktor risiko penyakit tak menular, contohnya diabetes, hipertensi, dan jantung.

Meski berpuasa, aktivitas fisik seperti olahraga ringan juga tetap wajib dilakukan setiap hari, cukup 30 menit asal dilakukan rutin dan konsisten setiap hari. Terakhir, yakni memastikan setiap harinya tidur dengan cukup.

“Tidur dan istirahat yang cukup itu sebetulnya tergantung tubuh kita masing-masih. Tubuh tahu kok kapan kita mengantuk dan kapan kita harus bangun. Ada yang setiap hari tidurnya 5 jam saja cukup, ada yang butuh waktu lebih lama contohnya anak-anak. Tidur ini adalah waktunya tubuh kita untuk memperbaiki diri,” tutup Dr Ricky.

Baca Juga: Tiga Fase Naiknya Harga Pangan Selama Puasa dan Lebaran



(agn)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!