alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Penertiban Gudang Dalam Kota Makassar Lamban, Ini Kendalanya

Vivi Riski Indriani
Penertiban Gudang Dalam Kota Makassar Lamban, Ini Kendalanya
Keberadaan gudang dalam kota disinyalir menjadi salah satu penyebab kemacetan di Kota Makassar. Foto/dok SINDOnews

MAKASSAR - Penertiban gudang dalam Kota Makassar berjalan tidak sesuai rencana alias lamban. Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Perdagangan (Disdag) untuk menutup gudang dalam kota pada 2019 terkendala beberapa hal.

Salah satunya terkait surat keputusan atau SK wali kota. Sebanyak 15 SK yang dilayangkan pada akhir November 2019 masih berada di Bagian Hukum Sekretariat Kota Makassar. Alhasil, penertiban gudang dalam kota menyeberang ke tahun ini.

Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Disdag Kota Makassar, Syahruddin, menyampaikan pihaknya tidak bisa turun melakukan penindakan tanpa mengantongi SK wali kota. Sebab, SK itu menjadi dasar acuan ketika terjadi persoalan hukum di lapangan.



“Rencananya kita memang Desember kemarin, tapi kan belum terbit SK-nya jadi kita tidak bisa turun," kata Syahruddin di Makassar.

Kendati molor dari jadwal yang ditentukan, kata Syahruddin, pihaknya tetap menindak tegas gudang dalam kota. Apalagi, keberadaan gudang kerap dikeluhkan masyarakat lantaran menyebabkan kemacetan dan jelas melanggar regulasi. "Kita berharap tahun ini gudang yang SK-nya sudah terbit bisa kita tutup," ungkapnya.

Dia menuturkan belasan gudang itu sudah diberi surat peringatan (SP) ketiga. Namun karena tak diindahkan, maka pihaknya mengusulkan penyegelan untuk gudang-gudang nakal tersebut. "Kita sudah masukkan berkasnya dua pekan lalu. Mungkin sementara dipelajari. Kita sisa menunggu saja karena untuk penindakan akan diserahkan ke Satpol PP," bebernya.

Terkait tiga gudang yang sudah disegel sebelumnya, Syahruddin menyerahkannya ke Satpol PP. "Jika ada lagi kegiatan tambahan itu urusan Satpol. Mungkin tindakannya akan dibawa ke pengadilan. Itu ranahnya mereka," jelasnya.

Diketahui, Pemkot Makassar telah menutup tiga gudang dalam kota di Tallo, masing-masing CV Meteor Trans, CV Majang Raya dan PT Mahameru. Tidak hanya di Kecamatan Tallo, tapi juga menyasar kecamatan lainnya seperti Kecamatan Bontoala, Kecamatan Wajo, dan Kecamatan Ujung Tanah.



(tyk)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook