TOPIK TERPOPULER

Madrasah Luar Biasa Bakal Dibangun di Kabupaten Maros

Najmi Limonu
Madrasah Luar Biasa Bakal Dibangun di Kabupaten Maros
Kementerian Agama sedang menjajaki pembangunan madrasah luar biasa di Kabupaten Maros. Foto: Istimewa

MAROS - Kementerian Agama (Kemenag) sedang menjajaki pembangunan madrasah luar biasa di Kabupaten Maros, itu setelah melakukan diskusi dengan Bupati Maros AS Chaidir Syam di Aula Kantor Kementerian Agama di Jakarta, Kamis, (08/04/2021).

Diskusi ini dipimpin langsung oleh Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Prof Muhammad Ali Ramdani dan diikuti pula oleh asisten staf khusus presiden bidang disabilitas Sawitri Wulansari serta Staf Ahli Gubernur Sulsel Suherman dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulsel Khaeroni.



Chaidir Syam menyambut baik rencana pembangunan madrasah luar biasa atau sekolah khusus untuk penyandang disabilitas. Jika terwujud, maka Ini merupakan madrasah pertama khusus disabilitas di Sulsel.

Baca Juga: 64 ASN Pejabat Fungsional di Lingkup Pemkab Maros Resmi Dilantik

“Kami intinya menyambut baik rencana ini, apalagi lokasinya sangat strategis berada di jalur propinsi sehingga sangat mudah diakses,” paparnya.

Dirinya juga menjelaskan, hal ini menjadi angin segar bagi penyandang disabilitas apalagi Maros sudah memiliki Perda tentang disabilitas.

Chaidir menambahkan, Pemkab Maros mendukung pembangunan ini apalagi di Maros belum ada Madrasah Aliyah Negeri atau setingkat SMA di Maros.



“Di Maros belum ada Madrasah Aliyah Negeri sehingga kami berharap tidak hanya madrasah luar biasa yang ada tapi juga Madrasah Aliyah karena kebutuhan terhadap sekolah Agama Negeri di Maros cukup tinggi,” jelas Chaidir.

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Prof Muhammad Ali Ramdani menyebut, anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan madrasah luar biasa ini mencapai Rp24 Miliar. Anggaran ini akan sesuai dengan pembangunan untuk anak yang memiliki kebutuhan khusus.

Baca Juga: 760 ASN Pemkab Maros Terima SK Kenaikan Pangkat

“Karena madrasah luar biasa ini berbeda dengan madrasah biasa karena harus disesuaikan dan memudahkan penyandang fisabilitas,” paparnya.

Rencana pembangunan ini madrasah ini akan dilakukan di Maros karena Kemenag Sulsel memiliki tanah hibah seluar 7 hektare.



(agn)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!