TOPIK TERPOPULER

Bupati Paparkan Rencana Pengembangan Pariwisata Maros di Kemenparekraf

Najmi Limonu
Bupati Paparkan Rencana Pengembangan Pariwisata Maros di Kemenparekraf
Bupati Maros, Chaidir Syam saat berada di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa

JAKARTA - Bupati Maros, AS Chaidir Syam memaparkan perencanaan pembangunan sektor pariwisata Kabupaten Maros di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia.

Chaidir yang didampingi langsung Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maros, M Ferdiansyah mengungkapkan perencanaan kawasan pariwisata baru kepada Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Dirjen Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Wawan Gunawan di kantor Kemenparekraf, Jakarta Pusat.



Baca juga: Madrasah Luar Biasa Bakal Dibangun di Kabupaten Maros

Kawasan wisata baru yang dimaksud itu ialah kawasan wisata yang berada di Kecamatan Tompobulu. Pihak pemkab pun meyakinkan Kemenparekraf agar menurunkan sejumlah program untuk ikut berkolaborasi mewujudkan Kabupaten Maros sebagai tujuan wisata bertaraf internasional.

"Sejak dilantik, saya telah berkomitmen untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi dan sektor lainnya di Kabupaten Maros, kita tidak mau lagi kehilangan alam karena penambangan, maka dari itu, sektor pariwisata yang berkelanjutan bisa menyelamatkan itu semua," ujar Chaidir saat dikonfirmasi, Kamis (8/4).

"Di Kecamatan Tompobulu ini nanti akan menjadi kawasan pariwisata terpadu dan juga sebagai destinasi andalan Provinsi Sulawesi Selatan, kita tidak bisa pungkiri, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di wilayah kita, sudah pasti jarak tempuh wisatawan semakin singkat menuju sejumlah daya tarik wisata yang keren," tambahnya.

Selain itu, Chaidir juga memaparkan kesiapan Kabupaten Maros menjelang penerimaan tim assesor UNESCO Global Geopark yang dijadwalkan tiba di Maros bulan Juli mendatang, sehingga pihak pemkab harus bergerak cepat untuk berkoordinasi bersama Kemenparekraf RI.



Baca juga: Tingkatkan Pengunjung, Disbudpar Sosialisasi Museum Hingga ke Desa

"Kami juga melaporkan, jika di Kabupaten Maros sementara menyiapkan kebutuhan Badan Pengelola Geopark Maros Pangkep yang nanti akan menerima tim assessor UNESCO, kami support penuh untuk mewujudkan Geopark Maros Pangkep bergabung dalam UNESCO Global Geopark," jelasnya.

Tidak hanya itu, Chaidir juga menunujukkan sejumlah daya tarik wisata yang sudah lama menjadi primadona pariwisata Sulsel, yaitu Kawasan Wisata Alam Bantimurung yang memiliki keindahan yang eksotik.

"Mungkin Pak Wawan sudah mengetahui Air Terjun Bantimurung, kawasan itu juga kita berbenah akibat pandemi, perlahan mulai ada perubahan tren pengunjung yang naik, penerapan protokol kesehatan terus dipertahankan di Bantimurung," ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Dirjen Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Wawan Gunawan, langsung mengagendakan untuk berkunjung ke Kawasan Wisata Air Terjun Bantimurung.

Baca juga: Maros Raih Penghargaan Kabupaten Terbaik Pengelolaan Kota Tanpa Kumuh

"Kita agendakan ke Bantimurung, nanti kita kolaborasi, kita akan melihat bisa melaksanakan kegiatan apa yang dapat dikolaborasikan dengan pemerintah daerah," bebernya.

Wawan juga mengapresiasi masuknya salah satu desa di Kabupaten Maros yang akan dikembangan menjadi desa wisata bersama 244 desa wisata se-Indonesia. "Kita geber desa yang sudah masuk daftar Pak Presiden, desa wisata memang menjadi perhatian dari bapak presiden, kemarin tim istana terus meminta perekembangannya, kita juga pasti akan support," jelasnya.



(luq)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!