alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Sempat Viral, Kasus IRT Tampar Siswi SD di Makassar Berakhir Damai

Faisal Mustafa
Sempat Viral, Kasus IRT Tampar Siswi SD di Makassar Berakhir Damai
Kasus penganiayaan yang dilakukan IRT terhadap siswi SD di Makassar akhirnya berujung damai. Foto/SINDOnews/Faisal Mustafa

MAKASSAR - Kasus penganiayaan yang dilakukan ibu rumah tangga (IRT), Manting (41), terhadap siswi SD berinisial Da (8) berakhir damai. Kedua belah pihak sepakat menempuh jalur damai atas penanganan kasus yang sempat viral di media sosial (medsos) itu. Toh, antara pelaku dan korban ternyata masih ada hubungan keluarga.

Kasus penganiayaan ini terjadi di ruang kelas SD Sipala 2, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar pada Sabtu (28/12/2019). Manting dua kali menampar wajah Da karena emosi setelah sapu yang dipakai sebagai mainan oleh korban, tidak sengaja mengenai anak pelaku berinisial Fa (8). (Baca Juga: Polisi Amankan Perempuan yang Tampar Wajah Bocah SD di Makassar)

Kapolsek Biringkanaya, Kompol Wayan Wayracana Aryawan, mengatakan ada beberapa pertimbangan sehingga kedua belah pihak sepakat berdamai atas perkara tersebut. Laporan polisi dari korban terhadap pelaku pun sudah dicabut. Dibenarkannya pula kabar bahwa antara pelaku dan korban masih keluarga.



"Setelah ditelusuri, korban dan terlapor masih keluarga. Ya sudah ada kesepakatan damai dari kedua belah pihak yang diketahui oleh pemerintah setempat yakni ketua RW dan P2TP2A Kota Makassar," kata Aryawan, saat merilis penyelesaian damai atas kasus penganiayaan itu di Mapolsek Biringkanaya, Senin (6/1/2020). (Baca Juga: Wanita yang Tampar Siswi SD di Makassar Ternyata Seorang Perawat)

Penyelesaian damai ini biasa disebut penyelesaian kasus di luar pengadilan atau Alternative Dispute Resolution (ADR). Laporan polisi dari Da melalui ayahnya, Heriyanto (28) sudah dicabut. Dalam penyelesaian damai ini, seluruh pihak sudah dipertemukan dan sepakat tidak melanjutkan proses hukum kasus tersebut.

Manting sendiri sebelumnya sudah ditetapkan tersangka oleh penyidik Polsek Biringkanaya. Ia dijerat pasal 80 ayat (1) juncto pasal 76 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal tiga tahun enam bulan. 

"Memang kemarin kita tidak lakukan penahanan karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun, tapi proses tetap berjalan dan sekarang alhamdulillah sudah ada upaya damai dari kedua belah pihak," ungkap Aryawan. (Baca Juga: Ini Penyebab IRT Tampar Siswi SD di Makassar Hingga Viral)

Upaya penyesalan di luar pengadilan ini, lanjut Aryawan dipertimbangkan karena faktor kemanusiaan. Manting diketahui memiliki sembilan anak yang harus dihidupi. "Ya pertimbangan lainnya dari pihak terlapor ini punya sembilan anak dan itu jadi alasan kemanusiaan juga."

"Setelah ini secara hukum kasus sudah bisa diselesaikan. Untuk wajib lapor sudah tidak. Bukan SP3 tapi penyelesaian di luar pengadilan. Alternative Dispute Resolution istilahnya," tandasnya.



(tyk)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook