TOPIK TERPOPULER

Dewan Imbau Warga Tarawih di Masjid Dekat Rumah Masing-masing

Ashari Prawira Negara
Dewan Imbau Warga Tarawih di Masjid Dekat Rumah Masing-masing
Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan disinfektan di halaman Masjid Al Markaz Al Islami. Penyemprotan disinfektan sebagai upaya antisipasi penyebaran Covid-19 di tempat ibadah di Bulan Ramadan. Sindonews/Muchtamir Zaide

MAKASSAR - Komisi A DPRD Kota Makassar, meminta masyarakat agar dapat beribadah di masjid dekat rumah masing-masing selama Ramadan tahun ini.

Hal ini guna menhindari tingkat penularan Covid-19 sekaligus memastikan kebijakan pemerintah efektif diterapkan.

Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar Ari Ashari Ilham mengatakan, mobilitias masyarakat selama Ramadan dikatakannya cukup tinggi. Masyarakat cenderung mencari titik-titik ibadah yang terkesan populer seperti Masjid Raya hingga Masjid Al-Markaz.

Baca Juga: Perkuat UMKM, Wakil Ketua DPRD Makassar Tekankan Pentingnya Digitalisasi

Hal ini dikatakan, akan cukup beresiko pasalnya pemantauan masyarakat akan sulit dilakukan sehingga kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tidak akan maksimal.



Untuk menyaring masyarakat baik yang telah vaksin maupun tidak bukanlah perkara mudah, sehingga untuk memastikan upaya ini bisa lebih optimal, opsi tersebut mesti diterapkan.

"Jadi saran saya masyarakat itu sebaiknya melakukan salat Tarwih dan lain-lain itu di masjid masing-masing, kalau biasanya kan Ramadan teman-teman itu banyak yang ke Masjid Raya dan lain-lain, kalau saya baiknya masyarakat itu ibadahnya di masjid masing-masing saja sehingga pintu untuk penyebaran Covid-19 itu tidak terlalu besar," ujarnya.

Dia juga meminta, agar tiap masjid benar-benar menerapkan kebijakan yang nantinya akan dikeluarkan pemerintah kota. Selain itu masjid juga diminta memperhatikan jamaahnya untuk hanya menerima masyarakat sekitar.

Baca Juga: DPRD Makassar Dorong Simulasi Sekolah Tatap Muka di Pulau

"Untuk masjid komplek itu sebaiknya, bukan melarang yah, sebaiknya ada pengumuman bahwa masjid ini hanya bisa menerima khusus untuk penghuni, kecuali mungkin situasinya darurat, kita juga tidak mungkin bisa larang orang ibadah," jelas dia.



(agn)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!