alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Polisi Bongkar Sindikat Sabu, 1 Pelaku Dihadiahi Timah Panas

Faisal Mustafa
Polisi Bongkar Sindikat Sabu, 1 Pelaku Dihadiahi Timah Panas
Kasat Narkoba Polrestabes Makassar saat memperlihatkan barang bukti sabu yang disita dari sindikat pengedar sabu tersebut. Foto: Sindonews/Faisal Mustafa

MAKASSAR - Jajaran Satreskoba Polrestabes Makassar, membongkar sindikat peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kota Makassar diduga digawangi delapan orang. Saat ini polisi baru menangkap enam orang, dua diantaranya merupakan ibu rumah tangga (IRT).

Enam orang itu telah ditetapkan tersangka oleh penyidik masing-masing pria bernama Firmansyah alias Firman (19), Nasrullah alias Ullah (39), Iswan alias Puang (27) dan Eko Wirawan (36). Serta dua IRT bernama Hamsiar alias Sinar (43) dan Hasniati alias Hasni (42).

Mereka diamankan oleh Tim Hiu Satresnarkoba Polretabes Makassar secara terpisah. Diawali dengan penangkapan Sinar dan Firman di Jalan Veteran Utara, Sabtu (4/1) pukul 21.30 Wita. Dari tangan keduanya petugas mengamankan barang bukti satu paket kecil kristal bening yang dipastikan adalah sabu. Keduanya diduga merupakan pengedar.



Petugas kemudian membawa kedua tersangka untuk pengembangan ke Jalan Kalampeto, Kecamatan Makassar, Minggu (5/1) pukul 01.45 Wita. Di sebuah rumah didapati dua orang bersaudara kandung yakni Hasni (42) dan Ullah (39).

Selanjutnya petugas melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Puang (27) di Jalan Maccini Gusung, Kecamatan Makassar, Minggu (5/1) pukul 17.15 Wita dan Eko (36) di Jalan AMD Borong Jambu, Senin (6/1) pukul 01.00 Wita. Keduanya diduga berperan sebagai kurir.

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar Kompol Diari Astetika menuturkan, dari pengakuan para tersangka bahwa mereka telah mengedarkan sabu di wilayah Kecamatan Manggala, Kecamatan Makassar dan Bontoala.

Dijelaskan Diari, dalam pengungkapan peredaran narkoba ini pihaknya terpaksa melumpuhkan salah satu tersangka yakni Asrul.

"Waktu kita mengupayakan pengungkapan bandar besarnya yang bersangkutan melarikan diri dan melakukan perlawanan sehingga dengan terpaksa dilakukan tindakan tegas dan terukur," katanya, Selasa, (07/01/2020).

Saat ini petugas masih melakukan pengejaran terhadap dua orang anggota sindikat ini. Sementara enam tersangka bakal dijerat dengan Pasal 113 juncto 114 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara maupun hukuman mati.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook