alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Sebagian Besar Warga AS Tak Setuju Cara Trump Tangani Iran

Syarifudin
Sebagian Besar Warga AS Tak Setuju Cara Trump Tangani Iran
Langkah Presiden AS Donald Trump yang memerintahkan pembunuhan jenderal top Iran Qassem Soleimani dikritik warga AS. Foto/REUTERS/Jonathan Ernst

WASHINGTON - Sebagian besar warga Amerika Serikat (AS) yang telah dewasa memperkirakan negara itu akan berperang dalam waktu dekat melawan Iran. Meski demikian, warga AS pada umumnya tidak setuju dan mengkritik cara Presiden AS Donald Trump dalam menangani isu Iran, khususnya terkait perintah pembunuhan jenderal Iran Qassem Soleimani.

Perkembangan itu terungkap dalam hasil survei Reuters/Ipsos yang dirilis Selasa (7/1) waktu setempat. "Sebanyak 71% warga AS yakin AS akan berperang dengan Iran dalam beberapa tahun mendatang, naik 20 poin dari survei Mei," ungkap hasil survei pada 3-6 Januari.

Survei menemukan 27% responden berpendapat AS harus menyerang terlebih dulu, naik 15 poin dari survei Mei. Sebanyak 41% menyatakan AS tidak boleh menyerang lebih dulu dan 33% menyatakan tidak tahu.



Warga AS juga semakin banyak yang mengkritik Trump dalam menangani isu Iran. "Sebanyak 53% orang dewasa di AS 'tidak setuju' dengan cara Trump menangani Iran, meningkat sekitar 9% dari survei sebelumnya pada Desember," ungkap laporan hasil survei tersebut.

"Jumlah orang dewasa yang 'sangat tidak setuju' dengan aksi Trump di Iran sebanyak 39%, naik 10 poin dari survei Desember," papar survei itu.

Respon itu beragam dari berbagai kalangan, dengan tingkat ketidaksetujuan naik selama bulan lalu di kalangan pendukung Partai Demokrat dan independen. Meski demikian, data tidak berubah untuk para pendukung Partai Republik.

"Sekitar sembilan dari 10 pendukung Partai Demokrat dan lima dari 10 kalangan independen tidak setuju dengan aksi Trump di Iran. Di kalangan Republik, satu dari 10 tidak setuju. Satu dari 10 Demokrat, empat dari 10 independen dan delapan dari 10 Republik setuju dengan cara Trump menangani Iran," ungkap hasil survei itu.

Survei yang digelar 6-7 Januari itu setelah Trump memerintahkan serangan drone yang menewaskan Soleimani dan meningkatkan ketegangan di kawasan. Parlemen Irak menyerukan pasukan AS ditarik keluar dari negara itu. Puluhan ribu pelayat di jalanan Iran meneriakkan "Kematian untuk Amerika!"

Trump berdalih serangan itu bertujuan menghentikan perang dengan Iran. Trump mengancam menyerang berbagai lokasi budaya Iran jika Teheran membalas serangan drone itu.

Menurut survei, popularitas Trump tetap stabil setelah serangan terhadap Soleimani, dengan 41% setuju dengan kinerjanya dan 54% tidak setuju.



(tyk)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook