TOPIK TERPOPULER

Polisi Tingkatkan Patroli dan Dirikan Pos Cegah Tawuran di Bulan Ramadan

Faisal Mustafa
Polisi Tingkatkan Patroli dan Dirikan Pos Cegah Tawuran di Bulan Ramadan
Tawuran antar kelompok remaja yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Foto: Ilustrasi/Dok

MAKASSAR - Aparat kepolisian di Kota Makassar mengaku telah menyiapkan program keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) untuk mengantisipasi tawuran pada bulan Ramadan. Terlebih beberapa waktu terakhir aksi perang kelompok ini memakan satu korban jiwa di Kecamatan Ujung Tanah.

Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim mengaku telah menginstruksikan jajarannya, khususnya petugas Bhabinkamtibmas untuk terus memberikan edukasi dan imbauan agar tak melakukan hal-hal yang mengganggu kamtibmas.

Baca juga: Makassar Mencekam, 2 Kelompok Pemuda Saling Serang Saat Salat Tarawih

"Kita mengedepankan fungsi Bhabinkamtibmas untuk mengajak masyarakat agar sama-sama menjaga kesucian bulan Ramadan dengan menjaga lingkungan agar tetap aman terutama terkait masalah tawuran agar dicegah jangan sampai terjadi lagi," kata Kadarislam, Rabu (14/4).

Perwira Polri dua bunga ini menambahkan, sejumlah petugas baik di tingkat Polsek dan Polres disiagakan di lokasi yang dianggap rawan tawuran seperti Kecamatan Ujung Tanah di lingkungan Cambayya, Barukang, dan Sabutung Raya.



"Ada pos pengamanan sudah kita tempatkan, selama satu bulan kemarin. Kita juga melibatkan personel Kodim 1408 BS di wilayah yang sering terjadi tawuran. Juga kita melakukan koordinasi dengan Polrestabes Makassar dan Forkopimda," jelas Kadarislam

Dia mengaku pihaknya telah mengintensifkan patroli di lingkungan Kecamatan Ujung Tanah, sebagai salah satu kawasan yang dianggap rawan tawuran. "Kalau sampai masih terjadi kita tidak segan menindak tegas pelakunya. Tidak ada toleransi bagi siapapun yang mengganggu kamtibmas," tegas Kadarislam.

Baca juga: Tewaskan 2 Pemuda, Tawuran di Cipinang Dinilai Sengaja Dirancang Bandar Narkoba

Mantan Kapolres Bone ini mengungkapkan, sejauh ini program pembinaan ala pesantren cukup efektif untuk meredam aksi tawuran. Menurutnya pelaku tawuran yang beberapa waktu terakhir bukan dari alumni program itu.

Dia mengatakan sampai hari ini masih ada belasan orang yang dibina khusus. Mereka adalah orang-orang yang diamankan pasca tawuran belum lama ini. "Sekarang masih ada 11 santrinya. Alhamdulillah kita berikan pembinaan terus sampai mereka sadar dan tidak mengulangi perbuatannya," tukasnya.



Terpisah Kapolrestabes Makassar, Kombes Witnu Urip Laksana mengklaim jika beberapa titik rawan tawuran seperti Kecamatan Tallo, Bontoala, Tamalate dan Panakkukang sudah menurun. Dia mengaku hal itu karena pihaknya intens melakukan koordinasi di pejabat masyarakat dan tokoh pemuda.

Selain itu, penempatan pos pengamanan di lokasi-lokasi yang dianggap rawan tawuran, dinilai cukup efektif. Menurut Witnu selain gerak cepat ketika ada laporan gangguan kamtibmas, pencegahan peredaran minuman keras jadi kunci penurunan kasus tawuran di wilayah hukumnya.

Baca juga: Seorang Warga Tewas Terkena Anak Panah saat Tawuran di Ujung Tanah

"Kalau (tawuran) di Tallo dan Bontoala sudah hampir tidak pernah terjadi, ini yang perlu dicatat yah. Artinya perkuatan kita di titik-titik rawan tawuran, kita buatkan posko pengamanan di sana, jadi sudah tidak pernah terjadi, kita gelar kekuatan kita di sana," ungkap Witnu.

Meski begitu, Mantan Direktur Intelkam Polda Sulsel ini tidak merinci sejauh mana angka penurunan tawuran di wilayah tersebut. Namun Witnu memastikan akan menindak para pelaku tawuran.



(luq)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!