alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kasus Dugaan Pencabulan Anak Kandung di Lutim Diekspose Pekan Depan

Faisal Mustafa
Kasus Dugaan Pencabulan Anak Kandung di Lutim Diekspose Pekan Depan
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel akan melakukan gelar perkara internal dalam waktu dekat terkait kasus dugaan kekerasan seksual tiga bocah oleh ayah kandung sendiri di Kabupaten Luwu Timur (Lutim). Foto : Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel akan melakukan gelar perkara internal kasus dugaan kekerasan seksual tiga bocah oleh ayah kandung sendiri di Kabupaten Luwu Timur (Lutim).

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan gelar perkara kasus memilukan ini dilakukan setelah adanya hasil temuan visum terbaru dari tim pendamping hukum tiga bocah warga Kecamatan Malili, Kabupaten Lutim.

"Rencana gelarnya minggu depan. Jadi kita akan lakukan pengecekan berlapis," kata Ibrahim tukasnya kepada SINDOnews, Rabu (08/01/2020).



Pengusutan dugaan pencabulan yang diduga dilakukan SA (43 tahun) ayah kandung kepada tiga anak kandungnya sebelumnya dihentikan jajaran penyidik Polres Lutim, beberapa waktu lalu. Dalihnya tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan seksual di alat vital korban.

"Kasus inikan sudah dihentikan di Polres Luwu Timur cuman ada ketidakpuasan. Jadi kita coba lakukan verifikasi, atau lebih tepatnya dicek ulanglah. Kita periksa lagi saksi-saksi, kalau ada visum terbaru lebih bagus lagi," bebernya.

Sebelumnya Pendamping hukum telah menyiapkan sejumlah ahli dalam kelanjutan proses hukum nantinya. Direktur LBH Makassar Haswandy Andi Mas yang juga koordinator pendamping hukum korban sebelumnya menjelaskan, bahwa ahli-ahli yang mereka siapkan, berpengalaman dalam menangani kasus semacam ini.

"Ahli dari berbagai segmentasi keilmuan, baik psikolog, medis, ahli hukum terkait anak dan perempuan yang berpengalaman menangani kasus seperti itu. Untuk sementara masih di Makassar cuman ada memang dukungan dari pihak lain, ada lembaga internasional yang ada perwakilan disini, itu siap membantu menyediakan saksi ahli," jelasnya.

Dia bersama sejumlah lembaga pemerhati anak sudah menyatakan kesiapan mengadvokasi kasus ini. Di antaranya yakni LBH APIK Makassar, LBH Makassar, LBH PPA Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulsel dan Institut Community Justice (ICJ) Makassar.

Termasuk Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Sulawesi Selatan dan P2TP2A Makassar. Saat ini Ibu tiga anak malang itu, R (41) tengah berada dalam pengawasan P2TP2A Provinsi.



(sss)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook